Close
Ada Harta Karun di Warung Prasojo Mangut Lele Sleman
mampir warung prasojo mangut lele

Ada Harta Karun di Warung Prasojo Mangut Lele Sleman

Sambal belutnya itu lho beda dari yang lain

Saya mengayuh sepeda bersama Mba Brit melewati jalan Kapten Hariyadi di Sabtu pagi. Kebiasaan saat bersepeda adalah kepala nggak bisa anteng menatap lurus ke depan. Seringnya memperhatikan kanan kiri jalan.

“Lhoh, ternyata warung Prasojo Mangut Lele itu ada di sini toh.” batin saya sambil fokus pada warung sederhana pinggir jalan.

Warung Prasojo yang lokasinya ada di daerah utara Yogyakarta ini menu andalannya adalah mangut dan sambal belut. Sejujurnya saya tahu warung ini dari post yang diunggah Mas Andy Fajar pada akun Instagram-nya. Sebelumnya saya biasa saja, nggak kebelet buat nyobain makan di warung itu. Setelah tahu lokasinya jadi makin penasaran buat mencicipi.

‘Pucuk dicinta, ulam pun tiba.’. Ririn mengiakan ajakan saya untuk makan lagi padahal kami baru saja menghadiri undangan di dua tempat yang berbeda sebelumnya. Kami sebenarnya belum lapar-lapar banget. “Tapi ya sudahlah. Sekalian makan malam.” pikir saya.

 

warung prasojo mangut lele
Ririn menanti pesanan di warung prasojo mangut lele

Bangunan warung ini berbentuk limasan dan didominasi kayu. Saat mampir kesini, tidak ada pelanggan lain kecuali kami. Kemudian nggak berapa lama duduk, datanglah pelanggan lain. Tapi suasana tetap saja sunyi. Ngomong-ngomong soal menu, di sini nggak cuma menyediakan lele dan belut kok. Nih, ada menu-menu lain yang bisa dipesan kalau kamu sedang nggak ingin makan lele maupun belut.

 

daftar menu di warung prasojo mangut lele
daftar menu di warung prasojo mangut lele

 

Piye? Pengin pesan yang mana? Apa bingung? Hahaha. Saya memesan mangut lele dan nasi putih, sedangkan Ririn memesan sambal belut dan nasi putih, ditambah es teh manis. Saya baru pertama kali kesini, sebenarnya bingung juga mau pesan yang mana. Nah, mumpung mbak pelayan sedang ke meja mencatat pesanan, saya pun tanya menu Warung Prasojo yang sering dipesan.

“Umm, mangut lele sama sambal belut sih mba yang sering dipesan di sini.” jawabnya.

Sementara pesanan belum datang, saya melirik dan agak tergoda dengan minuman kemasan yang ada di meja. Berwarna coklat tua dengan label yang bertuliskan “SW”. Kemasannya dari botol kaca. Sekilas mirip botol kecap. 😀

 

SW, minuman temulawak di Warung Prasojo Mangut Lele
SW, minuman temulawak di Warung Prasojo Mangut Lele

Ternyata minuman ini tuh temulawak yang sudah dicampur dengan gula tebu. Tanpa pikir panjang, saya pun minta gelas dan es batu. Penasaran sekali dengan rasanya. Nggak mau menyesal sampai kebawa mimpi gara-gara nggak ngobain. Padahal saya sudah bawa air minum sendiri lho.

Sekali teguk, pertama yang saya rasakan adalah manis. Kayak air gula doang. Tegukan kedua, saya mencoba mencari keunikan dari minuman ini. Oh ternyata temulawaknya baru terasa di akhir. Patut dicoba, setidaknya sekali. Fyi, minuman ini tuh diproduksi di Magelang dan nggak tersedia semua warung makan di Yogyakarta. Kalau sedang makan di Yogyakarta dan menemukan minuman ini tandanya kamu sedang beruntung. 😀

 

mangut lele dan sambal belut warung prasojo
mangut lele dan sambal belut warung prasojo

Saya suka pelayanan di warung ini, selain Mbak dan Masnya ramah, saya tidak harus menunggu lama pesanan diantar. Di atas adalah penampakan dari mangut lele dan sambal belutnya. Gimana? Air liurnya sudah mulai banjir belum? :p

 

mangut lele warung prasojo
mangut lele warung prasojo

Saya lupa sudah pernah makan mangut lele berapa kali, mungkin satu atau dua kali. Mangut lele di sini ikannya diasap, jadi aromanya rada sangit gitu. Kuahnya bersantan dan lumayan kental. Rasanya gurih-gurih gimana gitu tapi sedikit pahit diakhir. Mungkin karena kuah terkena bagian ikan yang gosong. Menurut saya, mangut ini lebih enak kalau agak pedas sih. Tapi kembali lagi ke selera masing-masing. 🙂

 

sambal belutnya di warung prasojo
sambal belutnya di warung prasojo

Saat masih tinggal di Surabaya, saya dan teman-teman demen makan sambal belut. Nasi putih, belut goreng dan sambal bawang. Tetapi sambal belut di warung prasojo ini beda. Mulai dari ukuran belutnya yang lebih kurus dan yang paling mencolok adalah sambalnya itu lho. Biasanya kan makan belut cuma pakai sambal bawang, kalau ini ada tambahan parutan kelapa gitu. Mirip parutan kelapa di urap-urap.

Pedasnya pas, buat lidah saya lho. Kalau kamu enggak begitu bisa makan pedas bisa minta level pedasnya diturunin. Jangan khawatir! 🙂
Makan di sini yang bikin makin lahap adalah nasi putihnya. Teksturnya enggak terlalu lembek, enggak terlalu pera. Pas banget lah. Saya suka. Si Ririn yang anaknya hobi menyisakan makanan saja kali ini piringnya bersih hanya tersisa duri-duri belut.

Kalau kesini lagi, saya mau pesan sambal belut dan nyobain ikan wadernya ah. Kamu ingin mampir makan di sini juga? Catat, warung ini buka mulai pukul 10 pagi sampai 9 malam. Tiap Senin warung tutup, jangan sampai kecele. 😀

 

suasana di warung Prasojo Mangut Lele
suasana di warung Prasojo Mangut Lele

Kalau makan di warung ini tuh berasa waktu berjalan mundur puluhan tahun yang lalu. Tetapi suara bising kendaraan yang lalu lalang di jalan akan membuyarkan lamunan. Meskipun begitu, saya tetap suka. Di sini juga enak buat ngobrol ngalor ngidul. Tidak penuh sesak pelanggan apalagi antri jadi bisa menikmati makan sambil kongko di sini. Tidak perlu terburu-buru.

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *