Close
Menghapus Letih dengan Sugali di Kopi Yan
Menghapus Letih dengan Sugali di Kopi Yan. Dokumentasi pribadi Rizky Almira

Menghapus Letih dengan Sugali di Kopi Yan

Pertemuan yang sangat berkesan.

Kopi Yan masih menjadi tempat favorit saya untuk mengungsi di Blitar. Demi menghasilkan konten dengan kualitas maksimal, misalnya photo shoot untuk iklan sebuah makanan yang membutuhkan latar foto yang ciamik atau tempat menyendiri untuk mengerjakan sesuatu dengan dukungan koneksi internet yang stabil. Demi itu semua, saya rela bepergian rada jauh.

Sebelumnya, saya pernah mengulas tentang Kopi Yan. Kamu bisa membacanya di sini ya. Pas terakhir kali ke Kopi Yan kemarin, saya menemukan nama baru di daftar menunya.

“Mas, sugali itu baru ya? Apaan sih, mas?” tanya saya.

“Iya, Mbak. Sugali itu es susu yang dicampur dengan regal.”

Wah, menarik sekali nih. Saya yang sebelumnya bimbang pilih menu mana, saking banyaknya pertimbangan akibat masih puasa kopi, akhirnya mantap untuk memesan Sugali. Eh, dari jaman viralnya regal dicampur susu beruang di media sosial itu saya belum pernah coba dan nggak pernah terbayang rasanya seperti apa.

Sembari menunggu Sugali dibuat oleh Mas pemilik Kopi Yan, saya pun lanjut fokus mengerjakan PR. Ecie, sok muda banget pakai PR. wqwq. Ohya, saya lagi-lagi lupa untuk memotret daftar menunya. Ehe. Segelas Sugali ini harganya 11ribu IDR. Masih sangat terjangkau kan? Sebenarnya menu baru di Kopi Yan bukan Sugali doang, ada coffee beer dan es kopi sugali.

Tapi kan saya lagi mengurangi konsumsi soda dan kopi, jadi saya kekeh pesan sugali saja. Selang sepuluh menitan gitu, segelas Sugali diantar ke meja saya. Jari saya pun auto berhenti ngetik dan langsung ambil kamera dari dalam tas. “Saatnya motret demi konten nih. hahahaha.” batin saya.

Jaman sekarang ya, apa apa bisa jadi konten. Budaya makan pun perlahan ikut bergeser. Makan dihidangkan bukannya segera ambil sikap untuk berdoa dan siap bersantap malah ambil kamera dulu cekrek cekrek intip cekrek cekrek lagi sampai puas, baru deh makanan yang mulai dingin itu disentuh dan dilahap dengan menelaah bagaimana rasanya. Hahahaha. Ya sama, saya pun juga begitu kok.

 

Menghapus Letih dengan Sugali di Kopi Yan. Dokumentasi pribadi Rizky Almira
Menghapus Letih dengan Sugali di Kopi Yan. Dokumentasi pribadi Rizky Almira

 

Saya menatap Sugali dengan penuh penasaran. “Ini gimana minumnya ya kalau regalnya masih mayan utuh gini?” pikir saya. Tanpa diperintah pun tangan saya mengaduk perlahan. Saya mengulum ujung sedotan stainless. Remahan biskuit regal itu meluber di lidah bersama susu segar.

 

Menghapus Letih dengan Sugali di Kopi Yan. Dokumentasi pribadi Rizky Almira
Menghapus Letih dengan Sugali di Kopi Yan. Dokumentasi pribadi Rizky Almira

 

Manisnya biskuit regal itu membaur dengan gurihnya susu dan ada sensasi dingin dari es yang menyegarkan. “Mmmm…” Saya mematung saking terkejutnya dengan rasa Sugali. Ternyata perpaduan antara regal dan susu serta es ini mashook banget dan menciptakan manis yang pas untuk selera saya.

Remahan dari regal yang hancur oleh susu itu masih bisa dikunyah gemas dan serius… Sugali sangat menghibur saya malam itu. Sayangnya, saya sedang mengurangi konsumsi susu sapi atau sebangsanya, pokoknya susu dari hewan gitu lho. Tapi Sugali kemarin nggak bikin saya menyesal karena telah cheatingEhe.

Haduh, sensasi meneguk Sugali masih terngiang-ngiang nih sampai sekarang. Sungguh saya katrok kok ya baru sadar kalau susu dan regal itu enak bianget. Kamu tertarik coba nggak? 😀

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *