Tiongkok Kecil di Lasem Rembang. Dokumentasi pribadi Rizky Almira

Tiongkok Kecil di Lasem Rembang

Cerita Kuliner Perjalanan Rembang

Lasem punya banyak cerita.

Sebenarnya ini adalah cerita yang lumayan lalu. Saya melancong ke Lasem sekitar 2 tahun yang lalu. Sayangnya belum sempat saya ceritakan di sini. Nggak apa-apa kan kalau malam ini saya bercerita tentang apa saja yang ada di Lasem? 😄

Kamu udah tau belum Lasem itu di mana? Di dekat kota mana? Nggak tau ya? Ya udah, saya kasih tau. Lasem adalah salah satu kecamatan yang ada di Kabupaten Rembang, Propinsi Jawa Tengah. Letaknya nggak jauh dari Kudus.

Tiongkok Kecil di Lasem Rembang. Dokumentasi pribadi Rizky Almira
Lontong Tuyuhan khas Rembang. Dokumentasi pribadi Rizky Almira

Saat itu saya ikut open trip Bersukaria. Awalnya nggak ada niat buat ikut ini, tapi saya dapat diskon –yang nggak seberapa sih. Namun momen itu bikin saya makin penasaran dengan Lasem. Setelah berdebat dengan diri sendiri, akhirnya saya pun nekat untuk berangkat.

Saya masih ingat kala itu sepulang kerja ngacir ke terminal Jombor. Rencananya mau naik bus jurusan Semarang, tapi bus terakhir telah berangkat. Akhirnya, saya pun naik travel ilegal. Iya, ilegal karena travel ini pakai mobil pribadi dan bukan travel yang terdaftar secara resmi.

Spesial untuk Mbak Tika, terima kasih banyak ya! Siapa tau mbaknya baca tulisan ini. Dia baik banget, selalu sukarela berbagi ranjang tiap kali saya main ke Semarang. 😁

Perjalanan ke Lasem dari Kota Semarang sekitar 3, 5 jam gitu. Lama ya? Tapi nggak apa, bisa tidur di sepanjang perjalanan. Oh ya, perjalanan kali ini saya bersama sepasang suami istri dari Lampung (dan saya lupa dong nama mereka), Mas Fauzan (dari tim Bersukaria), dan seorang supir.

Begitu tiba di Rembang, Mas Fauzan mengajak untuk makan siang sekaligus incip Lontong Tuyuhan. Mobil menepi begitu tiba di deretan warung yang menunya sama semua.

Goks, ini kalau di pelajaran ekonomi namanya pasar persaingan sempurna. Di mana ada lebih dari 2 penjual yang menawarkan produk serupa dan nggak bisa seenak jidat banting harga. Saking banyaknya pilihan, kayaknya Mas Fauzan asal pilih warung yang mana deh. 🤣

Lontong Tuyuhan, kuliner khas Rembang, berupa lontong yang dibungkus daun pisang eh tapi bentuknya beda dari lontong biasanya. Bentuknya tuh segitiga gitu. Kemudian disantap dengan ayam kampung yang dimasak dengan bumbu kuning, mirip bumbu ungkep atau malah opor. Jelas, makanan ini bersantan dan rasanya gurih pedas gitu. Enak!

Menariknya dari makanan ini adalah lontong segitiganya. Setelah ditelusuri ternyata lontong Tuyuhan ini punya makna. Ketiga sudut runcingnya merupakan perwujudan cinta manusia kepada Tuhan, alam, dan sesama makhluk hidup. Orang dulu filosofis banget ya! 😆

Setelah kenyang makan siang, kami pun menuju ke pusat kerajinan batik. Lasem juga terkenal akan batiknya. Ini adalah kali pertama main ke rumah produksi batik. Saya jadi maklum kenapa harga sehelai kain batik itu selangit. Proses bikin batik itu lama woy.

Tiongkok Kecil di Lasem Rembang. Dokumentasi pribadi Rizky Almira
Tiongkok Kecil di Lasem Rembang. Dokumentasi pribadi Rizky Almira

Mau tau bagaimana proses bikin batik? Bermula dari pengrajin membatik tulis kain putih polos. Gerakan tangan mereka pelan tapi pasti. Saya kagum sih mereka betah sekali bekerja di dekat tungku dengan hawa yang lumayan panas.

Tiongkok Kecil di Lasem Rembang. Dokumentasi pribadi Rizky Almira
Tiongkok Kecil di Lasem Rembang. Dokumentasi pribadi Rizky Almira
Tiongkok Kecil di Lasem Rembang. Dokumentasi pribadi Rizky Almira
Pura-pura jadi pengrajin batik uwuu. Dokumentasi pribadi Rizky Almira

Setelah proses batik membatik selesai, selanjutnya adalah proses pemberian warna. Celup sana, celup sini. Belum lagi proses pencucian yang ternyata nggak cukup sekali celup. Hal ini nggak boleh luput supaya lilin yang menempel pada kain bisa hilang. Kemudian dijemur deh di bawah sinar matahari.

Tiongkok Kecil di Lasem Rembang. Dokumentasi pribadi Rizky Almira
Proses pewarnaan kain batik. Dokumentasi pribadi Rizky Almira
Tiongkok Kecil di Lasem Rembang. Dokumentasi pribadi Rizky Almira
Proses perwarnaan kain batik. Dokumentasi pribadi Rizky Almira
Tiongkok Kecil di Lasem Rembang. Dokumentasi pribadi Rizky Almira
Proses perebusan kain batik untuk menghilangkan lilin pada kain. Dokumentasi pribadi Rizky Almira
Tiongkok Kecil di Lasem Rembang. Dokumentasi pribadi Rizky Almira
Teman jalan sedang berpose di antara kain batik tiga warna khas Lasem. Dokumentasi pribadi Rizky Almira

Ya wajar aja sih kalau harga sehelai kain batik asli Lasem dibandrol sekitar 1juta bahkan lebih. Sejak jaman dulu hingga sekarang, kepemilikan kain batik tulis asli adalah prestige bagi sebagian orang.

Di tengah ramainya produsen batik di Lasem, ada satu rumah batik yang menurut saya unik. Namanya adalah rumah batik Nyah Kiok. Ciri khas batiknya adalah gambar gunung ringgit pring. Ringgit artinya uang, sementara pring artinya pohon bambu. Sayangnya tidak ada tau kisah di balik motif batik tiga warna itu.

Eh, tapi tulisan di Natgeo Indonesia ini barangkali bisa membantu menjelaskan secara detail tentang Nyah Kiok.

Ada yang menarik lho dari batik Nyah Kiok ini yaitu pengrajinnya perempuan semua. Sama sekali nggak ada laki-laki di sana. Mereka lah yang melaksanakan semua tugas, mulai dari membatik, mewarna, hingga menjemur.

Semula jumlah pengrajin batik di Nyah Kiok sekitar 70 orang bahkan lebih, sekarang tinggal 7 orang saja. Rata-rata dari mereka telah mencurahkan hampir seumur hidupnya untuk meniupkan napas batik Nyah Kiok tiap detiknya. Status hubungan antar pengrajin kalau bukan kerabat ya tetangga jadi ya erat banget ikatan di antara satu sama lain.

Batik Nyah Kiok ini dikelola turun temurun dan saat ini sudah sampai ke generasi ketiga. Sayangnya batik ini terancam punah karena tidak ada regenerasi atau penerus pengrajin batiknya. Semua pengrajin di Nyah Kiok berusia lanjut. Sedih kan? ☹️

Tiongkok Kecil di Lasem Rembang. Dokumentasi pribadi Rizky Almira
Pengrajin batik Nyah Kiok. Dokumentasi pribadi Rizky Almira
Tiongkok Kecil di Lasem Rembang. Dokumentasi pribadi Rizky Almira
Sepeda milik pengrajin batik Nyah Kiok. Dokumentasi pribadi Rizky Almira

Rumah batik Nyah Kiok menempati rumah lawas bergaya Cina sederhana. Area rumahnya ternyata lumayan luas, kontras sekali dengan pintu gerbangnya yang nampak kecil dan memberi kesan tertutup. Kanan kiri rumah batik ini rupanya kawasan pecinan. Banyak sekali bangunan lama yang masih mempertahankan bentuk aslinya.

Tiongkok Kecil di Lasem Rembang. Dokumentasi pribadi Rizky Almira
Ciri khas rumah lawas bergaya Cina di Lasem. Dokumentasi pribadi Rizky Almira
Tiongkok Kecil di Lasem Rembang. Dokumentasi pribadi Rizky Almira
Foto bersama di depan rumah Nyah Kiok, Lasem – Rembang. Dokumentasi pribadi Rizky Almira

Cerita tentang Lasem lanjut pada tulisan berikutnya ya! Biar nggak kepanjangan, saya takut kamu bosan. 😆

Sampai jumpa!

4 thoughts on “Tiongkok Kecil di Lasem Rembang”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *