Warung Handayani. Foto adalah koleksi pribadi - Rizky Almira

Incip Nasi Brongkos, Kuliner Kesukaan Sultan DIY

D.I. Yogyakarta Kuliner
Brongkos? Makanan apa tuh?

Menu ini adalah salah satu andalan kuliner Yogyakarta dan nggak semua warung menjual menu ini lho. Sekilas mirip rawon karena tampilannya sama-sama keruh kecoklatan, bedanya kalau rawon nggak pakai santan sedangkan brongkos pakai sehingga rasanya cenderung lebih gurih.

Brongkos ini biasanya terdiri dari kulit melinjo, kacang tolo, tahu putih dan justru ada yang nambahin daging atau lemak sapi. Konon menu ini salah satu kuliner kesukaan Sultan D.I. Yogyakarta dan ini bukan makanan rakyat jelata (kayak saya). Dulu cuma bangsawan doang yang bisa makan brongkos.

Awalnya saya nggak tahu Brongkos itu apa, penasaran ingin coba setelah Mba Jay pernah ajak sarapan di Warung Handayani yang jual Brongkos ketika kami gowes. Katanya di sana ada menu Brongkos dan enak. Okelah, saya auto setuju. 😄

Ndilalah kok cita-cita sarapan brongkos bersama Mbak Jay kok belum terwujud juga. Akhirnya terlaksana setelah sepulang main dari daerah Kotagedhe bareng Ijul. Ekspektasi akan kenyang dengan brongkos dan rasa penasaran pun luntur.

Realitanya warung Handayani lagi nggak jualan brongkos hari itu. Ya buka sih, tapi cuma jualan es campur. Khan sedih yak. 😔

Padahal saya sudah membayangkan gimana kira-kira rasa brongkos yang dimakan dengan nasi putih yang hangat. Kesempatan berikutnya, saya sedang ada belanja di Progo. Tiba-tiba kepikiran buat makan siang ke warung Handayani.

Rejeki anak soleh, warungnya buka dan brongkos masih tersedia. 😄

 

warung handayani alkid - Rizky Almira
Ups, ada kids hero mengintai di Warung Handayani Alkid. Foto adalah koleksi pribadi

Di warung ini nggak cuma jualan brongkos lho, ada banyak pilihan menu mulai dari nasi rames telur, nasi soto ayam, nasi pecel tempe (mampus, banyak banget menunya dan menggiurkan semua). Eh, tapi dari banyaknya pilihan saya tetep kukuh pesan nasi brongkos telur (sengaja pilih yang lauknya telur, soalnya paling murah 😂).

Kalau bisa kesini jangan pas jam makan siang, ramai. Heuheu. Saat saya kesana, semua meja sudah terisi oleh pelanggan. Tip kalau makan sendiri atau dengan teman di sini dan situasinya lagi ramai, jangan segan buat gabung semeja dengan pelanggan lain. Kalau nunggu sepi nanti keburu semaput.

 

Nasi brongkos lauk telur pindang ala Warung Handayani. Foto koleksi pribadi - Rizky Almira
Nasi brongkos lauk telur pindang ala Warung Handayani. Foto koleksi pribadi

Begini loh penampakan brongkos tuh. Level kepedasannya kayaknya default jadi kalau doyan pedas pastikan ada sambal di dekatmu. Rasa dari menu brongkos ini dominan manis. Telurnya sendiri dimasak bumbu pindang jadi teksturnya rada keras tetapi enak. Saya suka. Warung Handayani ngasih tambahan kerupuk udang untuk seporsi menu nasi brongkos.

Sembari melahap nasi brongkos, saya mengamati pesanan pelanggan lain. Gilak, ada yang pesan soto dan terlihat –panas dengan kuah yang kimplek-kimplek— begitu menggiurkan. Ada juga yang memesan nasi pecel, buset porsinya cukup besar ditambah dengan tempe mendoan yang bikin ngiler. Lhah, ini kok pesanan tetangga nampak lebih nikmat ya. 😂

Jujur saja, nasi brongkos ini kurang cocok dengan lidah saya. Harap maklum, lidah saya ini belasan tahun terbiasa dengan masakan Jawa Timur yang cenderung asin, gurih dan pedas. Tapi gemana lagi ya, kan terlanjur pesan ini, sayang kalau nggak dihabisin. Sayang uangnya. 😂

Mumpung sedang makan di sini –sebelum makanan yang dipesan habis– saya beranjak menuju dapur untuk memesan es campur. Sepertinya enak karena banyak pelanggan yang memesan ini juga.

 

Es campur ala warung Handayani. Foto adalah koleksi pribadi - Rizky Almira
Es campur ala warung Handayani. Foto adalah koleksi pribadi

Woh, warna merah dari sirupnya menyala banget dan kontras dengan warna santan. Nyeni banget gradasi warnanya.

 

Es campur ala warung Handayani. Foto adalah koleksi pribadi - Rizky Almira
Es campur ala warung Handayani. Foto adalah koleksi pribadi

Piye wes nelen ludah belum? 😂

Isi dari es campur warung Handayani ini ada serutan kelapa muda yang tekturnya empuk, sirup, air kelapa, santan dan tape singkong. Saya menyuap sesendok tape dan daging kelapa muda dan sedikit kuahnya. Mmmm… Istimewa!

Menurut saya, es campurnya enggak semanis yang saya bayangkan. Pas gitu lho. Apa ya, mungkin tape singkongnya yang bisa mengimbangi manisnya sirup. Fixed deh ini, es campur adalah minuman yang wajib dicoba pas makan di warung ini.

Kalau soal harga, nggak terlalu mahal. Masih standar Yogyakarta lah ya. Kalau kenyamanan tempat makannya yah namanya juga makan di warung. Kalau mau makan yang nyaman ya di rumah aja. Bisa bungkus dan dimakan di rumah kok. 😂

Kalau ditanya, apakah saya mau balik lagi kesini? Ya mau lah, saya mau pesan es campur lagi. Kalau menu, saya mau coba yang lain! 😁

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *