East Java Social Media Summit 2019. Dokumentasi pribadi Rizky Almira (6)

East Java Social Media Summit 2019

Jurnal
Ini lho ringkasan dari keseluruhan kegiatan EJSMS 2019 di Kota Surabaya.

Alhamdulillah, saya merasa beruntung karena berkesempatan menjadi peserta East Java Social Media Summit 2019. Sebuah wadah berkumpulnya mimin (pegiat media sosial) se-Jawa Timur. Kalau nggak ada halangan, tim penyelenggara menyampaikan bahwa kegiatan ini akan rutin digelar setiap tahun dan tidak hanya di Surabaya.

Saya ikut EJSMS 2019 selama dua hari, mulai tanggal 14-15 Desember 2019, di Hotel Kampi dan Gedung Negara Grahadi Kota Surabaya. Akomodasi peserta ditanggung oleh panitia, jadi saya hanya modal tiket Blitar – Surabaya PP aja. Nah, berikut ini saya ceritakan secara ringkas selama EJSMS 2019 berlangsung.

Hari Pertama

Saya berangkat dari Blitar dengan kereta api lokal Penataran, tiba di Surabaya sekitar pukul 09.41 WIB. Begitu turun, saya bergabung dengan 2 rekan lain yang juga berasal dari Blitar. Namanya mas Rendro dan Mada. Kami bergegas ke Hotel Kampi untuk registrasi dan check in.

 

East Java Social Media Summit 2019. Dokumentasi pribadi Rizky Almira
East Java Social Media Summit 2019. Dokumentasi pribadi Rizky Almira

 

 

East Java Social Media Summit 2019. Dokumentasi pribadi Rizky Almira
Dari kiri ke kanan: Mada, saya, Mas Rendro, Tu’ti, mimin dari Malang, Pandu

 

Sambil menunggu acara dibuka secara resmi, seluruh peserta diberi kesempatan untuk santai di resto sambil makan siang. Panitia menyediakan menu buffet (prasmanan). Mau ngemil pun bisa, pilihan camilannya banyak mulai dari cake, salad, bubur ketan, sampai mie ayam (eh ini bukan camilan ding wqwq).

Saya sempat jemu karena kenyataan nggak sesuai dengan rundown. Tapi nggak apa-apa, mungkin masih ada kendala atau Ball Room masih dibersihkan. Biar enggak bosan, saya ajak Mbak Amel, salah satu peserta dari Kota Malang, untuk jalan kaki mengitari bar. Siapa tau ada makanan yang menarik, mayan kan bisa ngemil buat isi waktu luang. ngiahahaha

Sekitar jam 2 siang lebih dikit, seluruh peserta mulai bergeser ke lantai 2. Acara dibuka oleh Plt. Kepala Biro Humas  dan Protokol Pemerintah Provinsi Jawa Timur, yakni Bapak Aries Agung Paewai. Setelah itu kegiatan dilanjut dengan talkshow yang membahas dua topik yang sangat menarik.

 

East Java Social Media Summit 2019. Dokumentasi pribadi Rizky Almira
East Java Social Media Summit 2019. Dokumentasi pribadi Rizky Almira

 

Pertama, Create Amazing Content oleh Indra Dahfaldi Nasution yang merupakan tim dari Opini.id. Dia berbagi tentang pembuatan konten yang menarik. Kedua, Influencer in Digital Media Ecosystem and How to Fight Back Againts Fake News oleh Shaviq Pontoh. Di sela materi gitu ada coffee breakDuh, isinya kok makan terus ya. Nggak tau deh pulang dari kegiatan ini naik berapa kg. wqwq

Selesai ikut dua ronde talkshow, ada pembagian kamar untuk seluruh peserta. Sekamar diisi untuk dua orang. Nggak apa-apa lah, gratis ini. Awalnya saya agak deg-degan soalnya nggak tau akan sekamar dengan siapa. Panitia sengaja membagi secara acak supaya peserta bisa membaur satu dengan yang lain. Namun, antara peserta laki-laki dan perempuan tetap dipisah kok.

Begitu hasil pembagiannya keluar, saya mulai resah. Nggak tenang gitu. Saya sama sekali enggak kenal dengan roommate. Untungnya, dia koordinatif. Kenalin, namanya Indana, –kalau enggak salah dengar ya– dia adalah reporter sekaligus tim media sosial untuk LumajangSatu(dot)com.

 

East Java Social Media Summit 2019. Dokumentasi pribadi Rizky Almira
Kamar di Kampi Hotel. Dokumentasi pribadi Rizky Almira

 

Kami cuma punya waktu sekitar 30 menitan doang buat siap-siap karena agenda berikutnya adalah di Gedung Negara Grahadi. Tantangannya, satu kamar mendapat satu card access dan tiap kali naik lift harus tap kartu tersebut baru deh bisa pencet mau ke lantai berapa. Mau nggak mau bila pergi keluar masuk harus bareng teman sekamar. Ribet nggak tuh?

Lainnya nyeberang langsung ke Gedung Negara Grahadi dari depan Gedung Kantor Pos, saya dan Pandu melipir rada jauh untuk menjajal jembatan penyeberangan. Kami tertarik karena ada lift-nya. 😀

Kirain begitu sampai di lokasi, acara segera dimulai. Ternyata dugaan saya salah. Kami dijamu dengan makan malam dulu sebelum bertemu dengan Ibu Khofifah Indar Parawansa, Gubernur Jawa Timur 2019-2024. Dari sekian banyak menu, saya paling suka dengan Selat Solo, Mashed Potato dan Chicken Steak. Wes pokok e uwenak. Apa karena saat itu pas lapar-laparnya ya, jadi semua terasa nikmat.

Sekitar jam setengah 9 malam, Ibu Khofifah hadir di tengah-tengah peserta dan menyanyikan dua lagu yang judulnya Ku Tak Bisa – Slank dan Keramat dari Rhoma Irama usai menyampaikan sambutan. Lalu disambung dengan penyerahan secara simbolis sebagai bentuk apresiasi Ibu Khofifah kepada para peserta dan foto bersama dengan seluruh peserta. Bonusnya adalah saya bisa swafoto sama Ibu Khofifah.

 

East Java Social Media Summit 2019. Dokumentasi pribadi Rizky Almira
Foto bareng Ibu Khofifah di East Java Social Media Summit 2019. Dokumentasi pribadi Rizky Almira

 

Hari Kedua

Usai sarapan, kami semua bersiap untuk check out dan diangkut dengan bus milik Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Rencana di awal ada agenda mini trip  ke Gedung Negara Grahadi sebelum acara dibubarkan. Eh, lha kok nggak jadi karena ada suatu hal mungkin ya. Jadi kami –semua peserta– diantar ke Grand City untuk memeriahkan Festival Ekonomi Milenials 2019.

Saya dan Pandu sih lebih memilih buat melipir pulang duluan untuk mengejar agenda berikutnya. Tapi sebelum pulang kami menyempatkan jalan kaki ke Nasi Bebek Cak Sandi. Sayangnya nasib beruntung belum berpihak pada kami, Nasi Bebek Cak Sandi tutup. Akhirnya, kami pindah ke Aiola Eatery yang memang tak jauh dari Nasi Bebek Cak Sandi.

 

Bagi yang penasaran “kok bisa sih ikut acara seperti ini?” “bayar apa enggak?” atau lainnya. Saya akan membuat daftar pertanyaan dan jawaban sehingga nggak perlu mengetiknya berulang kali.

Darimana kamu tau acara ini?

Panjang ceritanya. Singkatnya, tim humas Ibu Khofifah berinisiatif buat mengumpulkan pegiat sosial media dari 29 Kabupaten dan 9 Kota yang ada di Jawa Timur. Kebetulan nih, saya adalah salah satu orang yang mereka hubungi dan meminta izin untuk digabungkan ke dalam grup WA JATIMFLUENCER.

Panitia tak pernah putus membagikan informasi dan kurang lebih sebulan sebelum acara, mereka mengedarkan undangan untuk acara ini. Banyak sekali yang ikutan tetapi hanya 200 pegiat media sosial yang terpilih. Itu pun kuotanya sudah termasuk dengan panitia.

Apakah harus bayar untuk ikut acara ini?

Enggak. Sama sekali enggak bayar. Mulai dari urusan menginap sampai makan. Malah kami banyak dikasih cenderamata dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Saya dapat kaos, pouch berbahan kulit, dan juga amplop eh. 😀

Kesan dan pesan setelah ikut East Java Social Media Summit 2019

Banyak sekali. Saya nggak menyesal ikut acara ini karena selain dapat insight dari narasumber yang keren soal pembuatan konten kreatif, juga berjejaring dengan sesama pegiat media sosial. Satu hal lagi, ikut acara seperti ini adalah menantang diri saya untuk keluar dari zona nyaman. Pan tau sendiri anak introver suka kurang nyaman dengan keramaian. Saya ucapkan terima kasih banyak untuk diri sendiri karena mampu melewati event ini dengan baik. Terima kasih juga untuk kamu yang rela meluangkan waktu untuk membaca tulisan ini. 😀

 

2 thoughts on “East Java Social Media Summit 2019”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *