Hutan Mangrove di Desa Friwen, Kabupaten Raja Ampat Papua Barat. Dokumentasi oleh Fikri dari EcoNusa Foundation

3 Destinasi Impian Saya di Papua

Jurnal Opini

Ngayal babu dulu yuk ~

Sore-sore gini pas cuaca mendung abis ujan, nggak tau mau ngapain, ditambah lagi masa social distancing, melamun dekat jendela adalah hal paling santuy untuk killing time. Saking udah jenuhnya dengan segala aktivitas yang itu-itu aja. Salah satu yang paling menyenangkan adalah membayangkan bisa jalan-jalan ke destinasi impian.

Papua itu Indonesia. Bagian ujung timur dari Indonesia itu punya keistimewaan yang sulit terjamah bagi saya. Tapi boleh dong saya berandai-andai bisa mengunjungi Papua suatu hari nanti. Ada banyak hal yang ingin saya lihat langsung, nggak cuma baca dari buku atau menikmatinya lewat gawai.

Ini lho tempat-tempat yang ingin saya kunjungi kalau bisa pergi ke Papua sekarang juga.

Menjenguk Suku Korowai

Suku Korowai merupakan orang Papua asli dari, ada yang bilang asli Kabupaten Merauke, ada juga yang bilang suku ini asli Kabupaten Boven Digoel. Hingga saat ini mereka masih tinggal di tengah belantara hutan Papua, di atas pohon.

Rumah tinggi, rumah adat Suku Korowai Papua. Dokumentasi oleh EcoNusa
Rumah tinggi, rumah adat Suku Korowai Papua. Dokumentasi oleh EcoNusa

Iya, suku Korowai nggak kayak suku Papua lain yang tinggal di honai, mereka tinggal di rumah pohon atau yang biasa disebut dengan rumah tinggi. Rumah mereka tingginya bisa sekitar 15 hingga 30 meter. Tujuannya adalah menghindari binatang buasa dan gangguan roh jahat.

Hal menakjubkan dari suku ini adalah mereka membangun rumah ini mengandalkan tangan mereka dan bahan dari alam dalam proses pembuatan rumah pohon. Mereka punya insting arsitektur dari alam lho. Keren kan?

Makanya saya penasaran banget ingin menjenguk Suku Korowai suatu hari nanti. Ya pengen aja melihat langsung rumah tinggi dan tinggal 1-2 hari di atas pohon. 😂

Mampir ke surga di ujung Papua, Raja Ampat

Siapa sih yang nggak tau Raja Ampat? Saya yakin kamu pasti pernah dengar Raja Ampat, walau hanya sekilas. Raja Ampat adalah salah satu kabupaten di Papua Barat dan lokasinya ada di ujung barat Papua.

Rumah tinggi, rumah adat Suku Korowai Papua. Dokumentasi oleh EcoNusa
Rumah tinggi, rumah adat Suku Korowai Papua. Dokumentasi oleh EcoNusa/ Moch Fikri

Secara umum, Raja Ampat merupakan kepulauan yang terdiri dari banyak sekali pulau karang dan tersebar luas di seluruh wilayahnya. Pulau utama paling besar ada 4 yaitu Pulau Waigeo, Pulau Batanta, Pulau Salawati, dan Pulau Misool.

Berdasarkan laporan badan konservasi internasional pernah menyebutkan bahwa perairan Raja Ampat punya sekitar 75% spesies laut seluruh dunia. Bahkan, wilayah laut dan darat Raja Ampat luasnya sekitar 4,6 juta hektar ini menjadi rumah bagi kurang lebih 540 jenis karang, 1.511 spesies ikan dan ribuan biota laut lainnya.

Wah, parah sih Raja Ampat! Ikhlas banget kalau tempat ini dianggap sebagai surga bawah laut tercantik di dunia dan pilihan yang tepat kalau saya jadiin Raja Ampat sebagai destinasi impian.

Bercermin di Danau Ayamaru

Selain punya Raja Ampat yang cantik dan mempesona, Papua juga punya danau yang airnya sebening cermin yakni Danau Ayamaru yang ada di tengah pedalaman Papua Barat.

Danau sebening cermin di Danau Framu, Papua Barat. Dokumentasi oleh Pesona Indonesia
Danau sebening cermin di Danau Framu, Papua Barat. Dokumentasi oleh Pesona Indonesia

Danaunya berlokasi di Kota Ayamaru, Kabupaten Maybrat Propinsi Papua Barat. Tau nggak sih, nama danau ini terdiri dari dua kata yang terdiri dari kata aya (yang artinya air) dan maru (yang artinya danau). Danau Ayamaru terdiri dari danau Jow, Semitu, dan Yate yang berkesinambung membentuk kaskade di satu daerah aliran sungai (DAS) Ayamaru.

Luas dari danau Ayamaru sekitar 980 Ha dan memiliki kedalaman maksimum 6 meter. Danau Ayamaru adalah rumah bagi sebagian ikan-ikan cantik Papua seperti spesies Melanotaenia Boesemani, Melanotaenia Ajamaruensis, dan Melanotaenia Fasinensis.

Ikan-ikan itu juga disebut dengan ikan Pelangi Irian atau rainbow fish yang keberadaannya bersifat endemik dan sangat terbatas. Unik banget kan? Itulah alasannya saya ingin banget bisa mengunjungi Danau Ayamaru suatu hari nanti.

***

Papua itu Indonesia juga yang punya keistimewaan tersendiri. Tanah Papua adalah rumah bagi banyak satwa endemik seperti Burung Cendrawasih, Hiu Karpet Berbintik, Kanguru Pohon Mantel Emas, dan lainnya.

Dikutip dari EcoNusa, Endemik merupakan istilah untuk peristiwa unik pada satu lokasi geografi tertentu, misalnya pulau, negara, atau zona ekologi tertentu. Untuk bisa dibilang endemik, suatu organisme tersebut harus berada di satu tempat dan tidak ditemukan pada tempat lain.

Namun sayangnya banyak satwa endemik asli Papua yang kini jumlahnya makin merosot karena perburuan liar maupun hilangnya habitat asli mereka. Perlu upaya serius dari semua, baik pemerintah maupun masyarakat luas untuk menghentikan deforestasi atau hilangnya hutan yang menjadi rumah bagi satwa endemik Papua.

Semoga ya Papua nggak banyak berubah sehingga pas saya kesana suatu hari nanti, kondisinya tidak banyak berubah dari apa yang saya bayangkan sebelumnya tentang Papua. Terdengar rada egois sih tapi kan itu juag untuk kebaikan kita bersama. Ya kan?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *