Buka puasa dengan Bounty

Buka Puasa dengan Tak Biasa

#30HariKebaikanBPN Jurnal
Berbukalah dengan yang manis, katanya ~

Buka puasa dengan yang tak biasa untuk ramadhan kali ini. Sepulang dari belanja untuk keperluan kantor, saya bergegas menuju meja makan. Ada trancam sayur, nila bakar, dan takjil. Saya menyendok sayur ke piring sambil komat kamit melantunkan doa sebelum makan.

Biasanya, menu buka puasa saya adalah sebungkus nasi padang. Saya beli sekalian pulang dari kantor. Kebetulan, saya punya rumah makan Padang langganan yang tidak jauh dari kantor. Lauk favorit saya sih ikan nila, ikan kembung, atau ikan lele goreng. Tapi karena ingin hemat, jadi lauk yang sering saya pesan adalah tahu atau tempe goreng.

Saya akan memakannya di teras depan kamar seusai menunaikan salat. Berbuka puasa dengan menu seadanya ditemani kucing liar yang entah datang dari mana. Mulut asyik mengunyah, sementara pikiran jalan kemana-mana. Kegiatan ini terus berulang hampir setiap hari. Monoton ya? Hehehe.

Itu rutinitas pada Ramadhan tahun lalu ketika mulai merasa ada yang tidak beres dengan hidup saya. Kamu pernah nggak sih ngrasa hidupnya gini-gini aja? Ngrasa kosong. Ngrasa sendirian. Bukannya tidak bersyukur dengan hidup kala itu –yang punya pekerjaan tetap, nggak sakit-sakitan, hidup di Yogyakarta yang katanya bikin hati nyaman itu. Tapi gimana ya, tetap merasa ada yang kurang gitu lho…

Mungkin karena saya habis patah hati kali ya, diputus pas sayang-sayangnya dan ditinggal lari dengan yang lain. Lalu terbit rasa merana sekian purnama. Bukan hanya kehilangan kekasih pujaan hati, ramadhan tahun lalu juga dapat kabar yang mengejutkan bahwa salah satu rekan kerja resign dan dapat pekerjaan baru di Surabaya. Ditambah satu rekan lagi yang akan resign karena akan menikah. Waduh, makin makin deh rasa kehilangannya.

Ramadhan-ramadhan sebelumnya pun juga saya merasakan rasa duka yang yah… meskipun nggak separah tahun lalu. Kayaknya kepahitan adalah menu sehari-hari yang harus saya telan saat Ramadhan. (eh, ngomong apa sih ini? wqwq)

Dengan penuh rasa syukur, Ramadhan kali ini saya berbuka puasa dengan tak biasa. Bertahun-tahun melewatkan Ramadhan di kota orang, bikin ramadhan tahun ini begitu spesial karena saya full di rumah. Saya memutuskan resign akhir tahun lalu dan memilih untuk kembali ke kampung halaman.

Puasa kali ini akan saya habiskan bersama keluarga. Menu-menu buka puasa saya akan dipenuhi oleh masakan Ibu (ya kadang beli juga sih kalau malas masak). :p

Hari ini adalah buka puasa pertama, saya ngemil snack yang nggak biasa juga. Kakak ipar ada yang pulang dari Saudi Arabia dan bawa jajan. Saya kebagian KitKat coklat dan Bounty. Entah saya lupa rasanya atau memang KitKat yang saya makan ini mirip BengBeng ya.

Buka puasa dengan Bounty
Buka puasa dengan Bounty

 

Terlalu manis. Apalagi Bounty, coklat yang berisi parutan kelapa. Aneh. Lidah saya benar-benar nggak biasa dengan rasa kedua jajan ini. Duh, memang Ramadhan kali ini benar-benar luar biasa.

5 thoughts on “Buka Puasa dengan Tak Biasa”

    1. wah, iya? udah ada 3 teman saya yang bilang aneh.. hehehe selera orang emang beda-beda ya. 😀

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *