Close
Festival Kopi, Meriahkan Hari Jadi Ke-695 Kab. Blitar
Coffee & Food Truck di Kantor Bupati Blitar. Dokumen pribadi Rizky Almira

Festival Kopi, Meriahkan Hari Jadi Ke-695 Kab. Blitar

Ceritanya field report gitu…

Eh, iya, kemarin banget nih, tepatnya 5 Agustus 2019, Kabupaten Blitar ulang tahun ke-695. Wow, sepuh banget ya usianya. Sugeng ambal warsa untuk rumah saya, kampung halaman saya, Kabupaten Blitar. Semoga jaya dan tetap jadi “rumah” untuk saya.

Pemerintah Kabupaten Blitar mengadakan agenda yang nggak henti-henti selama bulan ini untuk merayakan hari jadinya. Saya ikut berpartisipasi langsung dalam salah satu agendanya, seperti Kirab Hurub Hambangun Praja yang dilaksanakan oleh seluruh kecamatan di Kab. Blitar.

Agenda lainnya ada Trotoar Blitar Festival, Pameran UMKM, dan Festival Kopi yang baru digelar mulai tanggal 3 sampai 5 Agustus 2019 kemarin. Jelas, saya paling tertarik dengan Festival Kopi Nusantaranya. Kebetulan nih, Ibu ada jadwal kunjungan ke booth Kecamatan Gandusari, saya dengan riang gembira mengantar beliau sekaligus mau ke Festival Kopi Nusantara. Penasaran sih, kayak apa keseruan di sana.

 

Agenda Pemerintah Kabupaten Blitar
Agenda Pemerintah Kabupaten Blitar

Menurut jadwal yang ada di poster sih acara Festival Kopi itu dimulai pukul 4 sore sampai selesai. Nah, sedangkan pameran UMKM itu kayaknya sejak pagi, sementara Trotoar Blitar Festival itu dimulai pada malam hari. Saya bertandang kesana pada Minggu, 4 Agustus 2019, selepas magrib.

 

Coffee & Food Truck di Kantor Bupati Blitar. Dokumen pribadi Rizky Almira
Coffee & Food Truck di Kantor Bupati Blitar. Dokumen pribadi Rizky Almira

 

Sengaja memisahkan diri dari si Ibu, ditemani 2 adik saya menuju festival kopi nusantara itu. Eh, lha kok, judul acara di gapuranya berbeda dengan yang ada di poster ya? Nama yang tercantum Coffee & Food Truck. Ya sudah lah, lanjut jalan-jalannya saja ya.

 

Jajan di Coffee & Food Truck Kantor Bupati Blitar. Dokumen pribadi Rizky Almira
Jajan di Coffee & Food Truck Kantor Bupati Blitar. Dokumen pribadi Rizky Almira

 

Pertama kali melintas gapura tadi, saya dan adik disambut oleh street food yang menjual aneka jajanan kekinian. Seperti dragon snack (itu lho yang dilapisi saus coklat lalu dikasih uap gas nitrogen dan langsung anyes seketika) dan pas dimakan uapnya kemana-mana. Adik saya yang kecil, beli sate otak-otak, Rp 15ribu per tusuk. Snack dragonnya Rp 20ribu atau Rp 25ribu gitu per cup. Mahal nggak tuh? Buat saya yang biasa jajan sempol goreng, 500perak per tusuk sih mahal. Hahaha.

 

Coffee & Food Truck Kantor Bupati Blitar. Dokumen pribadi Rizky Almira
Coffee & Food Truck Kantor Bupati Blitar. Dokumen pribadi Rizky Almira

 

Coffee & Food Truck Kantor Bupati Blitar. Dokumen pribadi Rizky Almira
Coffee & Food Truck Kantor Bupati Blitar. Dokumen pribadi Rizky Almira

 

Food truck pertama yang menyambut kami adalah Tea Corner dan sebelahnya ada Miss Waffle. Sejujurnya, saya tuh pengin banget nyobain teh nya. Tapi nanti dulu lah, muter area dulu sebelum memutuskan untuk beli apa. Di event tersebut ternyata sedang diadakan Competition Battle V60 Blitar. Semacam kompetisi untuk menyeduh kopi pakai metode V60.

 

Coffee & Food Truck Kantor Bupati Blitar. Dokumen pribadi Rizky Almira
Competition Battle V60 Blitar. Coffee & Food Truck Kantor Bupati Blitar. Dokumen pribadi Rizky Almira

Hadiahnya lumayan banyak lho, paling besar sekitar 1jeti gitu. Lumayan kan kalau berniat daftar jadi peserta terus menang. Selain menambah relasi, dapat pengalaman, tentunya dapat hadiah uang tunai. Siapa tahu ada yang memperhitungkan si pemenang sebagai Barista untuk sebuah kedai kopi. Ya nggak?

 

Coffee & Food Truck Kantor Bupati Blitar. Dokumen pribadi Rizky Almira
Coffee & Food Truck Kantor Bupati Blitar. Dokumen pribadi Rizky Almira

 

Suasananya lumayan ramai dan didominasi oleh anak muda. Berbanding terbalik dengan pameran UMKM yang pengunjungnya banyakan keluarga dan orang tua. Di coffee & food truck ini serunya sih bisa kulineran. Selain ada Tea Corner, Miss Waffle, juga ada omah ketan, KAS COFFEE, Oishi, Doel, Yogurt dan Susu, Octomilk, De Karanganjar. Saya hitung ada sekitar 11 food truck.

 

Coffee & Food Truck Kantor Bupati Blitar. Dokumen pribadi Rizky Almira
Coffee & Food Truck Kantor Bupati Blitar. Dokumen pribadi Rizky Almira

 

Coffee & Food Truck Kantor Bupati Blitar. Dokumen pribadi Rizky Almira
Coffee & Food Truck Kantor Bupati Blitar. Dokumen pribadi Rizky Almira

 

Coffee & Food Truck Kantor Bupati Blitar. Dokumen pribadi Rizky Almira
Coffee & Food Truck Kantor Bupati Blitar. Dokumen pribadi Rizky Almira

 

Coffee & Food Truck Kantor Bupati Blitar. Dokumen pribadi Rizky Almira
Coffee & Food Truck Kantor Bupati Blitar. Dokumen pribadi Rizky Almira

 

Waduh.. Banyak banget pilihannya ya. Saya pengin jajan kopi tapi bingung mau beli apa dan di mana. Rada tongpes juga nih, tadi jajan duluan bareng adik. Jadi banyak sekali pertimbangannya pas mau beli jajan lagi.

“Kamu laper nggak, Nok?” tanya saya pada Rara, adik perempuan.

“Hmm.. Mayan.” jawabnya.

“Mau nasi goreng nggak?”

“Sembarang..”

 

Hash. Jawaban andalan kalau saya tanya adik-adik ketika nawarin beli makan atau tidak. Dasar. Malu tapi mau. Di sebelah Oishi, ada Doel yang jual nasi goreng. Salah satu food truck yang jual makanan berat. Saya pesan dua porsi nasi goreng seafood. Harganya 15ribu per porsi. Niat hati ingin pesan tahu krispi untuk adik saya yang terkecil, eh, ternyata tahunya kosong boss.

Sebelumnya saya jajan kentang goreng di Oishi, food truck yang mangkal di sebelah Doel. Tapi kok rasanya sangat di luar ekspektasi. Wqwq. Gambar kentang goreng yang di menu sih biasa aja, tapi setelah disajikan ternyata kentangnya dibalur dengan tepung dan yeiks… nggak akan berminat untuk beli lagi. Saya dan adik susah payah untuk menghabiskannya. Kentangnya aneh, ada getir yang tertinggal di lidah. Seperti kurang bersih nyucinya dan sedikit kurang matang.

 

Coffee & Food Truck Kantor Bupati Blitar. Dokumen pribadi Rizky Almira
Doel. Coffee & Food Truck Kantor Bupati Blitar. Dokumen pribadi Rizky Almira

 

Kami menunggu lumayan lama untuk nasi goreng pesanan kami. Lumayan banyak yang pesan, ya gimana lagi, dia doang yang berani jual makanan berat. Eh, nggak ding. Ada yang jual gudeg juga kok. Hawa yang dingin ditambah dengan angin malam yang sepoi-sepoi bikin hasrat melahap makanan yang serba hangat jadi meningkat. Makin nikmat lagi kalau ada yang jual bakso, pokoknya yang hangat-hangat, duh jadi ngiler. Hahaha.

 

Coffee & Food Truck Kantor Bupati Blitar. Dokumen pribadi Rizky Almira
Beli Nasi Goreng di Coffee & Food Truck Kantor Bupati Blitar. Dokumen pribadi Rizky Almira

 

Mmm… bau bumbu pada nasi gorengnya lho bikin orang yang lewat jadi lapar seketika. Jadi makin nggak sabar untuk makan. Setelah melipir cari tempat duduk yang nyaman, saya dan Rara bersiap untuk menyantap seporsi nasi goreng seafood. Ada beberapa udang dan cumi yang diiris tipis pada nasi goreng. Lalu acar dan cabai rawit, tidak lupa dengan kerupuknya.

“Anjay, kok asin sih”, maki saya dalam hati. Sudah terlanjur dibeli jadi harus dihabiskan ya, anak-anak. Adik saya malah berkomentar bahwa nasi gorengnya terlalu berminyak. Ya gimana ya, namanya juga tergiur dengan aroma plus perut kosong yang mulai meronta. Beberapa saat saya cek handphone. Ternyata ada seorang teman yang merespons story whatsapp milik saya yang ngasih tahu sedang berada di event ini.

[20:07, 8/4/2019] Rizky Almira: Ambek sopo?
[20:08, 8/4/2019] Njiwut: Ambek tonggoku
[20:08, 8/4/2019] Njiwut: Iki km ambek sopo?
[20:19, 8/4/2019] Rizky Almira: Ambek adekku
[20:20, 8/4/2019] Njiwut: Menrtmu piye acarane?
[20:21, 8/4/2019] Rizky Almira: Aku baru pisan iki nekani acara iki wqwq
[20:21, 8/4/2019] Rizky Almira: Ga paham
[20:21, 8/4/2019] Rizky Almira: Aku njajan ae ????
[20:35, 8/4/2019] Njiwut: Yo ancene jek sepisan kui to koyok e
[20:35, 8/4/2019] Njiwut: Diluar ekspetasi ku ternyaata acarane
[20:39, 8/4/2019] Rizky Almira: Piye? Apik a? ????
[20:39, 8/4/2019] Rizky Almira: Lek aku sih biasa ae
[20:40, 8/4/2019] Njiwut: Engga, biasa wae jareku. Gak enek segi menarik e.
[20:41, 8/4/2019] Njiwut: Tak pikir dikemas seru acarane.

Itu adalah sederet respons pengunjung Coffe & Food Truck yang digelar akhir pekan kemarin. Kalau saya boleh menyimpulkan, ada ekspektasi dan realita yang tidak sejalan antara pihak penyelenggara dan pengunjung. Di poster yang beredar, nama kegiatannya Festival Kopi Nusantara, realitanya acara tersebut bernama Coffee & Food Truck. Bayangan saya, acaranya nggak jauh beda seperti Festival Kopi tahun lalu yang diikuti oleh banyak kedai kopi se-Blitar Raya. Ramai.

Sedangkan di acara kemarin, tak semua menjual kopi. Harapan saya, mudah-mudahan tahun depan bila diadakan lagi acara serupa, tenant semakin banyak dan tentu dibanyakin penjaja kopinya jadi makin relevan gitu dengan nama kegiatannya, Festival Kopi Nusantara, katanya. Ehe.

 

Udah ah, gitu aja sih field report bonus kritik dan sarannya. 🙂

2 thoughts on “Festival Kopi, Meriahkan Hari Jadi Ke-695 Kab. Blitar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *