Close
Menu Sehat Tapi Nikmat Ala Kedai Organik Kolondjono
Menu di Kedai Organik Kolondjono. foto oleh Fajrina

Menu Sehat Tapi Nikmat Ala Kedai Organik Kolondjono

Ada nggak ya menu sehat yang bisa menggugah selera makan?

Sudah sekitar satu bulan ini, saya sering bolak-balik ke RS Akademik UGM sekedar mengantar titipan Fajrina, atau menemaninya. Ayahnya jatuh sakit dan harus opname.

“Sehat itu mahal harganya”

Proses penyembuhan butuh biaya yang nggak murah. Karena perlu cek ini dan itu. Lalu menjalani perawatan A sampai Z. Jujur, kadang saya menganggap enteng soal menjaga kesehatan. Toh ada asuransi kesehatan, pikir saya. Namun mencegah tetap lebih baik daripada mengobati. Betul? 😀

Biaya untuk pengobatan bisa dialihkan untuk kebutuhan lain, apabila bisa mencegah sakit dengan memperbaiki pola hidup menjadi lebih sehat. Misalnya, mengurangi konsumsi makanan olahan (frozen food, fast food dan lain-lain) dan perbanyak mengonsumsi makanan organik.

Susah-susah gampang untuk memulai hidup lebih sehat. Tantangan terbesar adalah teman-teman sekitar yang nggak jarang bikin saya tergoda untuk kembali mengonsumsi makanan yang kurang baik untuk tubuh saya. Karena makanan mereka terlihat menggiurkan ketimbang makanan yang hendak saya makan.

Makanan sehat nampak membosankan karena kurang bumbu dan terasa hambar. Tetapi mau gimana lagi, buat hidup lebih sehat juga perlu usaha. Ya to?

Kalau lagi malas memasak, saya biasanya isi perut di kedai makan khusus vegetarian di Yogyakarta. Rasa bosan dengan pilihan menu yang itu-itu saja akhirnya mendorong saya untuk eksplorasi kedai lainnya yang menawarkan menu sehat.

Kebetulan Kedai Organik Kolondjono tidak jauh dari tempat tinggal saya. Lokasinya ada di Jalan Nusa Indah. Saya baru pertama kali kesini dan penasaran banget dengan menunya.

Menu Kedai Organik Kolondjono oleh Rizky Almira
Menu Kedai Organik Kolondjono. foto oleh penulis

Tips dari saya apabila memesan di tempat yang baru pertama kali dikunjungi adalah memesan menu yang best seller atau andalan.

Saya memesan Fish Katsu Sambal Matah dengan nasi putih, sedangkan Fajrina memesan Greenbean Chicken Steak. Untuk minumnya, kami memesan Pot Tea dengan Peppermint Tea. Suasana di kedai ini cukup menyenangkan, tidak terlalu padat. Saat kesini, hanya ada 7 orang termasuk server. Selain itu kedai ini homey banget. Saya merasa sedang makan di meja makan rumah. Menurut Fajrina, interior dari kedai ini juga bagus.

Btw, kedai ini kedap suara banget, saya nggak bisa mendengar suara dari luar dan sebaliknya. Cocok untuk singgah makan sambil baca buku atau mengungsi untuk mengerjakan sesuatu.

“Ohya, Mas. Toilet ada di sebelah mana?” tanya saya.

“Mba lewat pintu samping, lurus saja mentok sampai garasi belok kanan nanti ada di sebelah dapur ya.”

Saya merunut petunjuknya. Lalu terperangah lihat kamar mandinya –sebelumnya terbayang kamar mandi seperti di kedai dan kafe pada umumnya yang nyaman– yang seadanya namun cukup bersih kok. Sayangnya tidak tersedia tisu.

pot tea ala Kedai Kolondjono oleh Rizky Almira
pot tea ala Kedai Kolondjono. foto oleh Fajrina

Yay! Teh pesanan kami diantar. Sebenarnya saya ingin menyeduh Camomile Tea tetapi stok sedang kosong. 🙁
Untuk teh Peppermint kurang cocok dengan lidah saya, karena seperti menyeruput air yang dicampur pasta gigi. Hahaha. Kalau Fajrina sih doyan.

Sudah menunggu sekitar 30 menit bahkan mungkin lebih, makanan yang dipesan belum juga diantar. Kami menanti dengan sabar karena sudah menahan lapar. Di sebelah tempat duduk saya juga disediakan rak dan beberapa pilihan buku, untuk membunuh waktu.

Menu Kedai Organik Kolondjono oleh Rizky Almira
Menu di Kedai Organik Kolondjono. foto oleh Fajrina

Akhirnya, menu yang dipesan sudah siap disantap. Saya mencuil ujung Fish Katsu lalu saya campur dengan sedikit sambal matahnya. Rasanya sangat menyatu dan lumayan pedas. Irisan tomat, daun jeruk, bawang merah dan cabai rawit membuat cita rasa ikannya semakin nendang. Rasa gurih, asam dan pedas berbaur.

Saya kembali menyuap Fish Katsu tanpa sambal, rasa ikan lebih dominan. Bumbu dari tepung yang melapisi bagian luar pun tak terlalu kuat. Mungkin sengaja diolah seperti itu supaya lebih menyatu dengan sambalnya kali ya. Tekstur nasinya benar-benar seperti kesukaan saya, tak terlalu lembek dan tak terlalu keras.

Saya juga mencicipi menu yang dipesan Fajrina. Saus yang disiram ke ayamnya benar-benar enak. Menurut saya rasanya pas. Bagian  ayam yang digunakan adalah dada, tanpa tulang dan digulung. Bagian tengahnya ada kacang panjang sedang sembunyi.

Greenbean Chicken Steak Kedai Kolondjono oleh Rizky Almira
Greenbean Chicken Steak Kedai Kolondjono. foto oleh Fajrina

Bagi yang kurang suka dengan kacang panjang mentah seperti saya, rasanya jadi ada yang aneh. Tetapi selebihnya enak kok. Isi dari menu steak ini ada pasta dan salad yang terdiri dari selada, irisan wortel, timun yang telah dibasahi oleh olive oil.

Kuwenyang banget! Selanjutnya kalau mampir kesini, mau pesan menu utama satu aja dan healthy snack lainnya deh supaya pulang-pulang perut nggak begah. 😀

Soal fasilitas, menurut saya sudah cukup. Lahan parkir untuk motor sudah disediakan, apabila baik mobil parkirnya agak memaksakan sih. Ohya, tidak disediakan tempat sholat di sini. Jadi kalau ingin berlama-lama di sini, untuk sholat bisa nyeberang ke Masjid terdekat.

Nah, kalau kamu ada rekomendasi kedai dengan menu sehat yang rasanya lezat, kasih tahu dong dengan menulisnya di kolom komentar. 🙂

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *