Cerita Hisap Papier & Herbs. Dokumentasi pribadi Rizky Almira

Pengalaman Hisap Rokok Herbal Papier & Herbs

Jurnal Ulasan

Rokok linting sendiri versi fancy ~

Sebelumnya, mohon maaf lahir dan batin ya teman-teman online! Mohon dimaafkan segala khilaf dan selamat lebaran. Gimana udah selebar apa badannya sekarang? 😆

Udah lama nggak ngrokok, sekali ngrokok belinya yang rada mahal karena rokok yang saya beli ini istimewa. Sebelum lebaran, saya njajan di Papier & Herbs, rokok yang terbuat dari tanaman herbal. Bebas tembakau dan nikotin. Papier & Herbs ngeklaim produknya adalah cara sehat buat ngrokok.

Saya tertarik buat beli rokok herbal ini ketika Dara Muda Project (yang terdiri dari Rara Sekar, Danilla, dan Sandrayati Fay) pamit dan mempromosikan kenang-kenangan berupa rokok herbal Papier & Herbs dengan kemasan spesial. Jangan tanya harganya, jelas banget naik dua kali lipat. Belum termasuk ongkir. Saya pun pikir-pikir mau beli.

“Enak mbak Papier & Herbs. Psychedelic (Un)conscious pernah tak coba. Hahaha.” balas Meyda, salah satu teman saya di Kulina dulu, saat saya mengunggah rokok herbal Papier & Herbs di story instagram.

Ya namanya juga manusia, rasa ingin tahunya tinggi. Penasaran banget kayak apa sih sensasi ngrokok tapi nggak pakai tembakau dan cengkeh. Papier & Herbs produknya adalah tanaman herbal semua yang diolah menjadi teh dan rokok. Tehnya macam-macam, saya pernah menjumpainya dan pesan di salah satu kedai di Kediri.

Untuk rokok herbalnya ada 2 jenis, yang biasa dan limited edition. Namanya unik-unik yang disesuaikan dengan bahan-bahannya. Saya tertarik buat memesan 09 Psychedelic (Un)conscious. Bahannya dari daun artemisia & turnera, sage, dan lotus. Dari semua bahan itu yang saya tau cuma lotus. 😅

Selang beberapa pekan, saya iseng nge-DM mimin Papier & Herbs lewat instagram. Belum beruntung, stok rokok herbal masih kosong. Ada lagi sekitar 10 hari kemudian, katanya. Saya diarahkan buat ngechat admin Whatsapp. Okay, saya turuti.

Eh, benar dong, 10 hari kemudian ada yang ngechat saya untuk ngasih tau kalau rokok herbal yang pernah saya tanyakan udah ada stoknya. Saya pesan 09 Psychedelic (Un)conscious dengan harga 77ribu (belum termasuk ongkir dari Yogyakarta). Bungkuus!

Saya rada kecewa sama JNE, lamaaaa banget anter barangnya. Estimasinya 3-4 hari, nyatanya lebih. Dua kali mengalami pengalaman nggak enak kayak gitu. Pengirimannya dalam rentang waktu yang dekat. Mungkin JNE lagi overcapacity jadi ya rada mengecewakan. Berhubung sekarang masih dalam suasana lebaran, saya maafin kok.

Rokok herbal udah dalam genggaman, saya cium aromanya. Lucu ya, baunya tuh kayak jamu. Ada kertas buat nglinting rokok di dalam kemasan, vegan friendly, tersedia 50 lembar. Kertasnya tipis sekali, beda dengan kertas rokok yang pernah saya pakai. Dulu saya suka bantu Bapak nglinting rokok, jadi sedikit-sedikit paham lah cara nglintingnya. Kalau enggak tau caranya, tutorial banyak banget di Youtube.

Cerita Hisap Papier & Herbs. Dokumentasi pribadi Rizky Almira
Cerita Hisap Papier & Herbs. Dokumentasi pribadi Rizky Almira

Cara nglinting saya kayak gini, ambil kertas rokoknya, kemudian lipat ujung kertasnya kecil namun ujung lainnya lebih besar dengan ukuran sekitar 3/4 bagian. Taruh isian rokok herbalnya, nggak usah terlalu padat. Nanti susah ngisapnya kalau terlalu padat. Kalau sudah, gulung deh. Nanti bentuknya bakal seperti gambar di bawah ini.

Cerita Hisap Papier & Herbs. Dokumentasi pribadi Rizky Almira
Cerita Hisap Papier & Herbs. Dokumentasi pribadi Rizky Almira
Cerita Hisap Papier & Herbs. Dokumentasi pribadi Rizky Almira
Cerita Hisap Papier & Herbs. Dokumentasi pribadi Rizky Almira

Gimana perasaannya saat menghisap rokok herbal untuk pertama kali? Kayak menghisap rokok kretek atau filter lainnya. Hari ini saya sudah menghisap rokok dua kali. Rokok biasa maupun rokok herbal sama-sama bikin aroma mulut saya kayak bapak-bapak di kantor saya. Asam rada sangit gimana gitu. Tapi aroma dari rokok herbal yang menempel ke tubuh lebih ke bau asap abis bakar sampah deh. Hahaha. Serius.

Saya pernah nyobain rokok biasa dan vape. Semuanya mengandung nikotin. Rokok biasa lebih tebal gitu di mulut. Nah, kalau vape nggak begitu terasa sih mungkin karena berupa cairan yang emang dibikin nggak sepet di mulut kali ya dan aromanya macam-macam, nggak bau tembakau. 😄

Saya lebih memilih rokok herbal ini. Memang dari segi harganya mahal, tapi boleh lah. Toh saya ngrokoknya Senin-Kamis alias jarang tergantung situasi dan kondisi. Pengalaman nglintingnya itu sih yang belum tentu didapat pas ngrokok merek lain. Hehehe.

Itu dulu ya, cah, cerita soal pengalaman hisap rokok herbalnya. Semoga informasinya ngebantu kamu yang lagi cari referensi alternatif rokok lain. wqwq.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *