Sambal Tjap Lombok Oedel Khas Semarang. Dokumentasi pribadi Rizky Almira

Sambal Tjap Lombok Oedel, Buah Tangan dari Semarang

Kuliner Semarang
Obat penambah nafsu makan.

Pertama kali pesan sambal Tjap Lombok Oedel ini pertengahan tahun lalu. Gara-gara lihat story WA Echi, kenalan saya yang tinggal di Semarang. Hampir tiap hari ia mengunggah orek peda pedas atau aneka sambal Tjap Lombok Oedel.

Tampilan sambalnya sederhana namun menggoda. Minyak yang nyampur dengan merahnya ulek an cabai rawit itu lho yang bikin saya semakin ngiler. Akhirnya sekitar bulan Agustus 2019 lalu saya memesan sambal bawang dan peda.

Awalnya agak ragu mau pesan, khawatirnya cepat basi seperti sambal khas dari Surabaya yang pernah dibeli ketika masih tinggal di Yogyakarta. Baru juga buka sambalnya, eh, keesokan harinya sudah basi. Khan bikin dongkol.

“Kalo yang ini (orek peda kemasan plastik) maksimal 1 bulan ki.. kalo sambel botol(aku juga jual) tahan maksimal 2 Bulan.. dgn catatan jangan make sendok yg udah terkontaminasi makanan lain .. 😀” isi pesan Whatsapp dari Echi.

 

Sambal Tjap Lombok Oedel Khas Semarang. Dokumentasi pribadi Rizky Almira
Sambal Tjap Lombok Oedel Khas Semarang. Dokumentasi pribadi Rizky Almira

 

Harganya berapa, Bos? Tergantung varian dan kemasannya ya. Untuk varian sambal bawang, peda, teri medan yang dikemas dalam botol tuh harganya 27,5 ribu per botol. Sedangkan sambal orek peda yang dikemas dalam plastik zip lock itu 35ribu per kemasan. Fyi, ukuran kemasan botolnya standar yak mirip dengan sambal botolan Mak Rudy yang dari Surabaya itu lho.

Untuk level pedasnya sih nggak sepedas sambal Mak Rudy. Asinnya pas untuk yang sambal bawang. Namun untuk sambal pedanya memang rada asin karena kan ikan peda itu memang asin coy, eh, tetapi asinnya masih bisa diterima.

Mana yang paling enak antara sambal bawang atau sambal peda? Keduanya sama-sama enak dan sulit memilih mana yang terenak. Dari segi fungsi sih sambal bawang yang menang karena rasanya yang bisa klop dengan lebih banyak jenis makanan. Misalnya nih ya bisa dibikin bumbu nasi goreng, mie goreng, sambal untuk nggeprek ayam atau tempe atau lauk lain, dicocol dengan sayur, dan masih banyak lagi.

Kalau sambal peda itu paling cocok dimakan dengan nasi putih hangat. Waduh, nasi putih doang dengan sambal peda aja udah nikmat banget. Sambal peda juga enak dijadiin sebagai teman pendamping lauk yang tidak asin. Dari segi rasa, menurut saya keduanya imbang.

Beberapa hari yang lalu pesanan sambal saya baru datang. Kali ini saya ingin mencicipi sambal orek peda. Pemesanan sambal langsung lewat Tokopedia soalnya mau memanfaatkan promo marketplace yang bejibun. Eh, budget saya terbatas dan saya otak-atik kuantitas pesanan dengan rincian final yakni sambal bawang dan peda.

“Kik, pesanan kamu tak tambahin sambal orek peda ya.” kata Echi lewat telepon.

Terima kasih banyak, Echi. Sebelumnya saya agak segan tetapi Echi bilang bahwa sambal orek pedanya sebagai bonus. Semoga rejeki ibu muda satu itu mengalir deras dan lancar. Amin!

 

Sambal Tjap Lombok Oedel Khas Semarang. Dokumentasi pribadi Rizky Almira
Sambal Tjap Lombok Oedel Khas Semarang. Dokumentasi pribadi Rizky Almira

 

Sambal Tjap Lombok Oedel Khas Semarang. Dokumentasi pribadi Rizky Almira
Sambal Tjap Lombok Oedel Khas Semarang. Dokumentasi pribadi Rizky Almira

 

Pertama kali unboxing, sambal orek peda lah yang langsung saya buka dan incip. Teksturnya sekilas mirip daging cincang dengan warna lebih gelap dan senada dengan bumbu yang halus. Orek peda nggak terlalu pedas dan yang pasti rasanya rada asin tetapi lebih kering dari sambal peda botolan. Kebetulan saya saat itu sedang ngopi di FX dan langsung memesan seporsi nasi putih hangat. Saya makan dengan sambal orek pedanya. Yaolo, nikmatnya nggak bercanda.

 

Sambal Tjap Lombok Oedel Khas Semarang. Dokumentasi pribadi Rizky Almira
Sambal Tjap Lombok Oedel Khas Semarang. Dokumentasi pribadi Rizky Almira

 

Sore ini tadi saya juga makan nasi putih dengan sambal orek peda doang. Ditambah dengan kerupuk sih. Sumpah, enak banget. Bikin pengin nambah lagi dan lagi. Pedasnya nggak lebay jadi di perut –saya yang sebenarnya nggak kuat makan pedas– masih nyaman pasca makan dengan sambal ini.

Pengalaman belanja dua kali sambal ini, bikin saya berani menyimpulkan bahwa satu botol bisa habis sekitar semingguan lebih –bila dikonsumsi sendirian — dan selama itu pula sambal nggak basi. Mantul kan?

Hal terpenting yang harus diperhatikan supaya sambal nggak gampang basi adalah manut akan pesan Echi untuk tidak menggunakan sendok yang terkontaminasi dengan makanan lain. Mau disimpan di luar atau di dalam kulkas, sambal tetap aman asalkan tertutup rapat ya, bosque!

Sebenarnya di Semarang tuh merek sambalnya nggak hanya Tjap Lombok Oedel, ada beberapa merek lain. Tapi gimana ya, saya terlanjur nyaman. Eak! Ada alasan lain saya repeat order sambal ini selain rasanya yang masuk dengan lidah saya yakni karena yang jualan adalah teman sendiri. Hitung-hitung melarisi dagangan Echi. 😀

Kalau kamu penasaran rasanya atau pengin pesan untuk oleh-oleh khas Semarang bisa pesan di sini lho. Bilang aja tau dari blog Kiki biar dikasih bonus tetapi apapun bonusnya tetap disyukuri ya! 😀

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *