zakat, infaq, dan sodaqoh

Memahami Perbedaan Zakat, Infaq, dan Sodaqoh

#30HariKebaikanBPN Jurnal
Mari kita belajar bersama ~

Duh, saya ketinggalan banyak nih untuk tantangan Ramadhan 2019 dari Blogger Perempuan. Saya akan berusaha mengejar ketertinggalan. Nah, topik kali ini yang dibahas adalah zakat, infaq, dan sodaqoh.

Jujur ya, hingga badan sudah segede Kingkong gini saya ternyata belum bisa membedakan perbedaan antara ketiga istilah tersebut. Eh, serius ini.

Setelah mencari tahu lebih dalam, saya mulai paham tentang penjelasan dari ketiganya. Saya akan mencoba untuk menjabarkan secara sederhana, bila ada penjelesan saya yang keliru boleh lho ingetin dengan menulis komentar di bawah.

Zakat

“Zakat adalah kewajiban harta yang spesifik, memiliki syarat tertentu, alokasi tertentu dan waktu tertentu. Zakat memiliki kekhususan yang berbeda dengan infak atau shadaqah.”

Sumber : Rumah Zakat

Zakat ini ada banyak jenisnya, mulai dari zakat fitrah, zakat penghasilan, zakat perdagangan, zakat pertanian, dan lain-lain. Tiap jenis zakat tersebut ada ketentuannya masing-masing. Saya ambil contoh zakat fitrah, ada takaran yang spesifik untuk masing-masing orang dan apa yang akan digunakan untuk zakat.

Selain itu, zakat ini dilaksanakan pada waktu tertentu. Biasanya sih tahunan, seperti zakat fitrah yang wajib dilaksanakan sebelum Raya Idul Fitri.

Infaq

“infak yaitu mengeluarkan atau membelanjakan harta yang mencakup zakat dan non-zakat.”

Sumber : Rumah Zakat

Haduh, kayaknya pas pelajaran agama dulu saya sering bolos dan kalaupun ada di kelas mungkin saya nggak pernah memperhatikan. Hahaha. Saya baru ngeh kalau infaq itu mencakup zakat dan non-zakat.

Misalnya, kamu nadzar karena keinginanmu terwujud, itu bisa dikategorikan dalam infaq. Perlu diketahui, infaq itu ada yang wajib dan sunnah lho.

Apa saja sih infak wajib? Ada kafarat, nadzar, zakat, dan lain-lain. Sedangkan yang masuk kategori infak sunnah, antara lain infak kepada fakir miskin sesama muslim, infak bencana alam, dan lain-lain.

Lalu apa bedanya antara zakat dan infaq? dana infak dapat diberikan kepada siapapun meskipun tidak termasuk dalam delapan asnaf (golongan yang layak menerima zakat*).

Sodaqoh

“Shadaqah dapat bermakna infak, zakat dan kebaikan non-materi.”

Sumber : Rumah Zakat

Bisa dibilang sodaqoh ini mencakup semuanya. Ya infaq, ya zakat, ya pemberian yang bersifat non-materi. Sodaqoh bisa dalam bentuk lain selain uang dan barang.

Misalnya nih kamu memberi senyuman yang tulus pada orang lain. Kalau senyum-senyum sendiri itu bukan sodaqoh, sahabat. Tetapi ada gangguan syaraf kayaknya. :-p

Berbagi informasi yang bermanfaat juga bisa dikategorikan dalam sodaqoh lho dengan catatan informasi yang dibagikan itu bukan informasi bohong alias hoax.

 

Nah, gimana? Sudah mulai paham tentang perbedaan antara ketiga istilah tersebut? Alhamdulillah kalau sudah. Sama, saya juga sudah paham.

 

* Terdapat delapan asnaf yang layak menerima, yaitu orang fakir, orang miskin, amil, mualaf, hamba mukatab, orang musafir, orang yang berjuang di jalan Allah, dan orang yang berhutang.

 

2 thoughts on “Memahami Perbedaan Zakat, Infaq, dan Sodaqoh”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *