3-Jam-di-Batu.-Dokumen-pribadi-Rizky-Almira

3 Jam di Kota Wisata Batu, Enaknya Ngapain Aja Ya?

Batu Destinasi Kuliner Perjalanan
Punya waktu singkat di Kota Batu, Jawa Timur. Enaknya kemana dan ngapain aja ya?

Akhir bulan Juli saya punya rencana untuk ke Malang. Kebetulan nih, ketika saya punya agenda main ke Malang, ada teman saya beserta suaminya dari Yogyakarta sedang jalan-jalan ke Malang. Saya pun nyamperin mereka, sayangnya nggak punya waktu banyak karena ada agenda lain yang menanti saya di Blitar sore harinya. Saya pun cuma punya sekitar 3 jam aja untuk meet up dengan Mufi dan Mas Bastian.

Singkat cerita, akhirnya saya jalan bareng Mufi aja. Lho, suaminya kemana? Mas Bastian masih lanjut tidur. Berhubung Mufi dan suami nginep di Kecamatan Junrejo-Batu, jadi saya ajak jalan-jalan ke tempat yang nggak jauh dari penginapan. Saya ajak Mufi ke Alun-alun Kota Batu. Ohya, Batu ini secara administratif terpisah dari wilayah Malang ya, alias berdiri sendiri. Jadi ya Batu itu Batu, Malang ya Malang, bukan Batu Malang.

Okay, mari kita lanjut. Hm, 3 jam di Batu enaknya kemana dan ngapain aja ya?

Santai di Alun-alun Kota Wisata Batu

“Di sini enak ya, Mbak. Panas sih tapi nggak bikin gerah.” ujar Mufi

“Iya, sejuk gitu lho hawanya.” imbuh saya.

Nggak ada salahnya main ke Alun-alun pada Minggu pagi. Kami tiba di sana sekitar pukul 9 pagi. Suasana ramai tapi tetap enak untuk santai. Kami berjalan kaki mengitari area dalam alun-alun. Ada beberapa wahana di sini, bianglala, carousel, dan playground untuk anak-anak.

Untuk naik bianglala, per orang harus membayar Rp 5ribu. Sekali naik bisa muat untuk 2-3 orang dengan ukuran nggak gemuk-gemuk amat ya. Lumayan lho naik ini bisa menikmati pemandangan Kota Batu dari ketinggian. Sayangnya pas mau naik lha kok masih dalam masa perbaikan. Akhirnya kami keliling lagi dan foto tipis-tipis.

 

Mufi mulai berpose. Dokumen pribadi Rizky Almira
Mufi mulai berpose. Dokumen pribadi Rizky Almira

 

Mufi mulai berpose. Dokumen pribadi Rizky Almira
Mufi mulai berpose. Dokumen pribadi Rizky Almira

 

Menghangatkan badan dengan susu hangat di Rumah Susu Ganesha

Saya pertama kali kesini saat masih kuliah. Satu semester sekali mesti ada kuliah lapangan, lokasi penelitian kami beberapa kali di Batu. Nah, tiap kali survei lokasi selalu mampir kesini bareng teman-teman. Tokonya mungil dan berada di pojok, berdekatan dengan Pos Ketan Legenda dan berseberangan dengan Alun-alun Kota Wisata Batu.

Sejak dulu favorit saya di sini adalah yogurt dengan aneka rasa. Mulai dari stroberi, leci, durian, moka, coklat, dan lain-lain. Jujur aja, saya tuh kurang suka minum susu segar. Ehe. Tapi doyan banget minum yogurt. Harganya mulai 6ribuan per botol. Eh, kemarin pas mampir kesini antrinya banget banget banget.

 

Antrian pembeli di rumah Susu Ganesha. Dokumen pribadi Rizky Almira
Antrian pembeli di rumah Susu Ganesha. Dokumen pribadi Rizky Almira

 

Daftar menu di Rumah Susu Ganesha. Dokumen pribadi Rizky Almira
Daftar menu di Rumah Susu Ganesha. Dokumen pribadi Rizky Almira

 

Penampakan susu segar dan yogurt jelly dalam kemasan botol. Dokumen pribadi Rizky Almira
Penampakan susu segar dan yogurt jelly dalam kemasan botol. Dokumen pribadi Rizky Almira

 

Selama mampir kesini, saya belum pernah pesan susu jahe. Gara-gara penasaran, saya dan Mufi pun pesan Susu Madu Jahe (SMJ) untuk dibungkus. Selain itu saya beli yogurt jelly rasa leci. Mufi juga bungkus beberapa botol susu dan yogurt untuk suaminya.

Di sini nggak cuma jualan susu lho. Di etalase juga ada jajan pasar, seperti risoles, onde-onde, kue lapis, dan aneka gorengan lain. Rumah Susu Ganesha juga menyediakan camilan khas Batu untuk oleh-oleh, mulai dari telur pindang, bermacam keripik buah. Fyi aja, di sini nggak bisa transaksi kredit maupun debit. Jadi kamu harus menyiapkan uang tunai.

Kelar bayar, saya dan Mufi pindah ke seberang untuk beli jajanan lain sambil menyeruput Susu Madu Jahe yang telah kami pesan. “Oh..my God.” mata saya terbelalak.

“Wah, kok enak banget ya, Muf?”

“(Mufi ikut menyeruput) Iya, bener, mbak. Enak banget. Manisnya pas!” seru Mufi.

Saya suka enek kalau minum susu segar. Tapi pas minum Susu Madu Jahe sama sekali nggak mual atau gimana. Aroma susu sapinya lenyap. Nggak ada tuh rasa amis, pokoknya enak deh. Saya kok jadi lebih suka ini daripada yogurt. Huhuhu. Wajib beli ini kalau mampir kesini.

Susu Madu Jahe (SMJ) Rumah Susu Ganesha. Dokumen pribadi Rizky Almira
Susu Madu Jahe (SMJ) Rumah Susu Ganesha. Dokumen pribadi Rizky Almira

 

Sarapan kedua di Pos Ketan Legenda

Beruntung sekali pas saya kesini eh Pos Ketan Legenda buka. Entah sejak kapan warung ketan ini buka mulai dari pagi. Sepengetahuan saya Pos Ketan Legenda ini buka di malam hari selepas magrib. Saya dan Mufi pun langsung meluncur begitu tahu kalau buka. Padahal sebelumnya saya sudah sarapan di rumah Kakak. Tapi ya sudah, nggak apa-apa, mumpung Pos Ketan Legenda buka. :p

 

Menu di Pos Ketan Legenda. Dokumen pribadi Rizky Almira
Menu di Pos Ketan Legenda. Dokumen pribadi Rizky Almira

 

Menu di Pos Ketan Legenda. Dokumen pribadi Rizky Almira
Menu di Pos Ketan Legenda. Dokumen pribadi Rizky Almira

Ada banyak kan menu ketannya? Aduh, sayangnya agak blur untuk menu ketannya. Hahahaha. Saking banyaknya pilihan, saya bingung mau pesan apa. Awalnya saya ingin pesan ketan yang ditaburi parutan kelapa dan bubuk kedelai, harganya Rp 6ribu per porsi tapi kok melenceng jadi Ketan-Nangka-Susu Fla ya? 😀

Sementara Mufi pesan Ketan-Keju-Nangka-Susu Fla, harga per porsinya 10ribu. Sistem pemesanan di sini, kita harus pesan dan langsung bayar. Kemudian kasir akan memberi nomor meja. Nggak harus menunggu lama kok. Ya paling sekitar 15 menit gitu.

 

Pesanan Mufi. Dokumen pribadi Rizky Almira
Pesanan Mufi. Dokumen pribadi Rizky Almira

 

Pesanan saya. Dokumen pribadi Rizky Almira
Pesanan saya. Dokumen pribadi Rizky Almira

 

Saya ingat banget, sejak kuliah baru keturutan makan ini gara-gara Papa dan Mama Aan, teman kuliah saya, membawakan ini ketika ada bazaar di Malang. Karena ketan sudah dingin, jadi rada keras gitu dan rasanya biasa saja. Lha kok pas makan di sini, gils, ketannya lembut banget dan masih hangat.

Gurihnya ketan yang pulen itu berbaur dengan manisnya susu fla ditambah dengan potongan nangka yang makin menyemarakkan rasa. Kebayang kan rasanya gimana? Manis, gurih, asam, jadi satu. Duh… ngiler. Punya Mufi hampir sama dengan menu ketan yang saya pesan, bedanya ada tambahan parutan keju di atasnya. Rasanya sama-sama nikmat.

 

Setelah kenyang makan, kami balik ke Alun-alun untuk sekedar duduk di tepian air mancur sambil menunggu Mas Bastian muncul. Ramai sih tapi saya tetap nyaman berada di sini. Suasana asri dan hawa yang sejuk sangat menyenangkan untuk santai sejenak. Berhenti dari rutinitas yang seringkali menjemukan.

Kalau 3 jam di Batu versi kamu nih, ingin kemana dan ngapain aja? Hihi

4 thoughts on “3 Jam di Kota Wisata Batu, Enaknya Ngapain Aja Ya?”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *