Penitipan barang di Patjarmerah Malang. Dokumen pribadi Rizky Almira

Patjarmerah: Eks Bioskop Kelud dan Lautan Buku

Cerita Jurnal Perjalanan
Patjarmerah menggelar festival kecil literasi sekaligus pasar buku keliling di Malang

Apa sih Patjarmerah? Ini tuh festival kecil literasi, semacam pameran buku namun ada ruang diskusi dengan penulis, influencer, dan lain-lain yang diundang oleh penyelenggara.

Widih.. kok tau banget sih acara beginian?

Ya tau dong. Saya kan penggemar beratnya Mbak Windy Ariestanty. Beliau dan kawan-kawanlah yang menginisiasi Patjarmerah, sebuah festival kecil literasi dan pasar buku keliling yang digelar pertama kali di Yogyakarta beberapa bulan lalu. Jadi Patjarmerah di Malang ini adalah versi 2.0 alias kedua.

Sebenarnya saya pengin banget datang ke Patjarmerah Yogyakarta, sayangnya saya belum bisa izin untuk keluar kota. eh, ndilalah, kok ya Patjarmerah bakalan ada di Malang. Sehingga sebulan sebelumnya saya sudah menandai tanggal 27 Juli 2019 , berdoa setulus hati semoga nggak ada agenda kerja dadakan. Kalau kamu ingin tahu lebih banyak tentang Patjarmerah, bisa kepo akun media sosial mereka.

Lihat postingan ini di Instagram

Sebuah kiriman dibagikan oleh patjarmerah (@patjarmerah_id) pada

Saya datang kemarin bersama Kakak sepupu yang memang doyan buku. Patjarmerah ini diselenggarakan selama 9 hari, mulai 27 Juli sampai 4 Agutustus 2019. Buka mulai jam 9 pagi sampai malam. Eks. Bioskop Kelud dipilih sebagai lokasi. Nggak susah kok nyari lokasinya, nggak jauh dari Mall Olympic Garden atau MOG.

 

Gerbang Patjarmerah Malang. Dokumen pribadi Rizky Almira
Gerbang Patjarmerah Malang. Dokumen pribadi Rizky Almira

 

Sebelum masuk ke area Patjarmerah, kamu harus menitipkan semua barang kecuali dompet dan handphone dan botol minuman. Patjarmerah mewajibkan ketentuan ini dengan alasan keamanan. Saya terkesan dengan tempat penitipan barangnya. Apa ya, suasana lawas hadir di sini. Firasat saya sih jika usiamu sudah seperampat lebih, datang kesini tuh bisa sekalian nostalgia jaman nonton film belasan tahun silam.

 

Penitipan barang di Patjarmerah Malang. Dokumen pribadi Rizky Almira
Penitipan barang di Patjarmerah Malang. Dokumen pribadi Rizky Almira

Begitu masuk ke dalam, kita akan disambut oleh lautan buku. Banyak sekali genre buku yang dijual di Patjarmerah, mulai dari buku anak, buku penunjang sekolah, sosial dan politik, hukum, sampai buku lawasan. Kakak sepupu betah banget di antara tumpukan buku anak. Dia berburu buku-buku untuk Qiyya, keponakan saya.

Sementara saya memisahkan diri mencari harta karun di deretan buku indie dan fiksi. Saya tiba di sini sekitar pukul 2 siang, kalau enggak salah ya. Ternyata sudah lumayan ramai, gimana pas malam hari nanti ya? Semut merubung gula, iya, seperti pengunjung patjarmerah ini mengitari buku-buku.

 

Lautan buku di Patjarmerah Malang. Dokumen pribadi Rizky Almira
Lautan buku di Patjarmerah Malang. Dokumen pribadi Rizky Almira

 

Di bagian buku anak, penunjang pelajaran, bahasa atau kamus, dan agama, kondisi agak lengang. Sementara genre buku seperti fiksi atau novel, buku indie, sosial dan politik, hukum, pengembangan diri, buku lawasan lebih padat. Saking padatnya saya jadi bingung mau beli buku yang mana.

 

Hiruk pikuk di Patjarmerah Malang. Dokumen pribadi Rizky Almira
Hiruk pikuk di Patjarmerah Malang. Dokumen pribadi Rizky Almira

 

Menyusuri dari tumpukan buku satu ke tumpukan lain. Berjalan pelan dari ujung ke ujung. Tak sengaja melihat buku lama, seperti The Journey, Life Traveler, Kedai 1001 Mimpi. Lhoh, eh, apa tadi? Kedai 1001 Mimpi? Saya refleks mencomotnya. Buku Kedai 1002 Mimpi dan Joker pun tak luput saya ambil.

Buku lama Valiant Budi Yogi atau yang lebih dikenal Vabyo sudah jarang banget ada di toko buku, apalagi beli online. Jadi saya merasa beruntung sih bisa menemukan stok buku-buku lama di sini. Apalagi harganya sangat sangat terjangkau. Bukunya Uda Ivan Lanin doang nih yang termahal. Lainnya ada yang 15ribu, ada yang 20ribu. Saya sengaja beli untuk diri saya sendiri bukan untuk dijual lagi. Hehehe.

Ohya, Patjarmerah sama sekali nggak menyediakan kantong plastik jadi jangan lupa bawa tas belanja terbaikmu bila bertandang kesini. Saya dapat tas gratis karena belanja di atas Rp 250ribu. Hihihi. Eh ini selama persediaan tas masih ada ya!

Sebenarnya kalau belanjaanmu kurang dari Rp 250ribu juga bisa dapat tasnya, caranya adalah beli dulu merchandisenya.:D Selain tas, ada juga bloknot dan kaos dengan gambar yang nyeni abis. Saya saja hampir tergoda beli bloknot. Untung masih bisa ditahan karena emang lagi nggak butuh-butuh banget. 😀

 

Harta Karun di Patjarmerah Malang. Dokumen pribadi Rizky Almira
Harta Karun di Patjarmerah Malang. Dokumen pribadi Rizky Almira

 

Sekali lagi, selain pasar buku juga ada lokakarya dengan pembicara terpilih lho. Semua ada jadwalnya, bisa cek di aplikasi Patjarmerah yang sementara baru tersedia di Android. Nggak hanya bisa cek jadwal lokakarya dan memesan kursi, kamu juga bisa dapat kupon dan tahu bocoran lokasi buku yang kamu incar lho.

Keren ya? Yakin nih kamu nggak ingin datang kemari? 😀

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *