Hiking ke Gn. Kelud via Karangrejo. Dokumen pribadi Rizky Almira

Hiking ke Gunung Kelud via Karangrejo Blitar

Cerita Jurnal Perjalanan
Mau berbagi pengalaman sekalian refleksi diri

Kamu akan menyadari bahwa ini bukan tentang menaklukan gunung, tapi menaklukan diri sendiri.

Saya bukan pendaki. Bukan pula pelari. Saya hanya sesekali suka dengan aktivitas outdoor yang menantang, seperti hiking. Berjalan kaki menelusuri jalan setapak di gunung, hutan, atau pantai. Rasanya plong banget begitu tiba di rumah dan nggak sabar bongkar kamera sekaligus menceritakannya di sini. Sabtu, 7 September 2019, kemarin berkesempatan buat hiking hingga ke Puncak Wanajaya Gunung Kelud 1731 Mdpl via Karangrejo.

Ajakan ini bermula ketika saya meninggalkan komentar untuk foto yang diunggah Njiwut, teman SMP, yang menceritakan pengalaman trailing run di Kelud beberapa minggu lalu. Tanpa ba-bi-bu, ia mengajak saya untuk muncak ke Kelud. Akhirnya sepakat buat bertemu pada Sabtu pagi di persimpangan jalan sebelum memasuki Desa Karangrejo maksimal pukul 05.30 WIB. Rada deg-degan juga, mengingat saya sering bangun kesiangan akhir-akhir ini.

Hampir tepat waktu, saya dan Njiwut berangkat menuju pos pendakian Gunung Kelud via Karangrejo jam setengah enam lewat sepuluh menit –kalau enggak salah. Di warung Mak Preh, tempat makan langganan Njiwut dan kawan-kawan seperlarian, saya menitipkan motor. Njiwut membonceng saya dengan pertimbangan eman kalau naik ke atas pakai motor matic.

Dari warung Mak Preh ke Pos 1, jaraknya sekitar 4-5 km gitu deh –atau malah lebih. Butuh waktu sekitar setengah jam dari warung Mak Preh ke Pos 1. Jalannya nggak memungkinkan buat ngebut, nggak beraspal dan batunya sebesar kepalan tangan. Selama perjalanan kami nggak melihat satu pun warga lokal yang beraktivitas di area perkebunan tebu atau menjaga di pos pendakian. Benar-benar sepi.

Lepas dari Pos 1, langsung disambut oleh tanjakan yang curam dan berpasir. Mau nggak mau saya turun dari motor dan memilih buat jalan kaki. Ban motor Njiwut beberapa kali sempat selip. Yaolo, ini baru awal. Di depan sana masih banyak hal-hal menantang lainnya. Jalan kaki di tanjakan sudah berhasil bikin saya ngos-ngosan apalagi nanti ya, pikir saya. Ditambah rasa was-was akan stamina saya, sebab saya hanya sempat tidur kurang dari 3 jam saja pada malam sebelumnya.

 

Hiking ke Gn. Kelud via Karangrejo. Dokumen pribadi Rizky Almira
Hiking ke Gn. Kelud via Karangrejo. Dokumen pribadi Rizky Almira

Sebenarnya kami melanggar peraturan tertulis yang tertera di sepanduk, nggak boleh bawa kendaraan ke atas. Mohon untuk nggak ditiru ya, adik-adik. Kami memarkir kendaraan di Pos 3. Pendakian Gunung Kelud via Karangrejo ini berjumlah 5 pos. Nggak lupa kami berdoa dulu sebelum memulai hiking.

 

Hiking ke Gn. Kelud via Karangrejo. Dokumen pribadi Rizky Almira
Nginceng Kali Bladak. Dokumen pribadi Rizky Almira

 

Nggak lama jalan, Njiwut ngasih tau kalau pemandangan di sebelah kanan saya adalah Kali Bladak, sungai aliran lahar dari Gunung Kelud saat erupsi. Kali Bladak ini adalah surga bagi penambang pasir di Blitar. Pasir dengan kualitas bagus yang melimpah. Kelihatan kan pasir yang tumpah di antara tebing itu?

Naik turunnya jalan, sudah mulai bikin saya tarik napas dalam-dalam. Kanan-kiri saya jurang, jalan setapak berpasir dan hanya dibatasi oleh kolonjono yang mulai menguning. Selepas dari pos 4, mulai deh disambut oleh tanjakan-tanjakan yang ngeri-ngeri sedap. Tanjakannya spesial, sampai disediakan tangga yang terbuat dari besi untuk manjat ke atas.

 

Hiking ke Gn. Kelud via Karangrejo. Dokumen pribadi Rizky Almira
Tangga cinta di jalur pendakian Gn. Kelud via Karangrejo. Dokumen pribadi Rizky Almira

 

Hiking ke Gn. Kelud via Karangrejo. Dokumen pribadi Rizky Almira
Hiking ke Gn. Kelud via Karangrejo. Dokumen pribadi Rizky Almira

 

Selain disediakan tangga besi, pengelola juga menyediakan tali tambang untuk pegangan ketika nanjak maupun turun. Soalnya kalau enggak pegangan nanti tergelincir, kan bahaya. Medan kayak gini nggak hanya sekali doang lho, di depan masih ada. Kalau saya nggak salah hitung ada sekitar 3 tangga. Untuk lokasi yang ada tali tambangnya bahkan lebih dari 3 titik. Buang segala perasaan sok kuat kalau sedang hiking, lelah ya berhenti buat istirahat sampai napas kembali stabil.

 

Hiking ke Gn. Kelud via Karangrejo. Dokumen pribadi Rizky Almira
Hiking ke Gn. Kelud via Karangrejo. Dokumen pribadi Rizky Almira

 

Akhirnya, saya sampai di alun-alun. Bukan alun-alun Kota Blitar lho ya. Saya menengok ke belakang, segala puji untuk Allah, pemandangannya bikin saya ndomblong. Ya ampun bagus banget. Saya ingin mbrebes saking terharunya, nggak nyangka aja bisa menjejakkan kaki di sini. Sejenak saya lupa akan rasa letih dan kemiringan tanah yang sedang saya injak.

 

Hiking ke Gn. Kelud via Karangrejo. Dokumen pribadi Rizky Almira
Miring banget kan ini? Dokumen pribadi Rizky Almira

Bagai berdiri di atas gurun pasir yang bercampur kerikil. Kalau nggak hati-hati ya bakal tergelincir. Njiwut sudah sampai duluan di atas, dia duduk santai dan berteduh di bawah pepohonan. Saya mulai mencium samar-samar bau belerang.

 

Hiking ke Gn. Kelud via Karangrejo. Dokumen pribadi Rizky Almira
Ngaso dulu, bos. Dokumen pribadi Rizky Almira

 

Kirain ya, setelah berhasil berdiri titik ini maka saya sebentar lagi akan tiba di puncak. Ternyata nggak semudah itu, bambang. Jalan masih panjang. Setelah ini masih ada turunan terjal dan tangga besi (lagi) yang menanti.

 

Hiking ke Gn. Kelud via Karangrejo. Dokumen pribadi Rizky Almira
Hiking ke Gn. Kelud via Karangrejo. Dokumen pribadi Rizky Almira

 

Saya nggak kepikiran pakai sarung tangan karena sejak awal kurang paham kalau jalur pendakiannya seperti itu. Soalnya di tangan jadi lumayan perih –kayakny kapalan deh sepulang dari sini. Dasarnya telapak tangannya udah kasar, eh, pulang-pulang makin kasar. Hahaha. Nggak cuma telapak tangan yang perih, saya nggak sengaja pegangan pada ranting yang berduri. Iyuh, perih banget, bos. Bonusnya adalah punggung tangan tergesek batu, lecet deh.

 

Hiking ke Gn. Kelud via Karangrejo. Dokumen pribadi Rizky Almira
Bonusnya, lecet dikit. Dokumen pribadi Rizky Almira

Jalur berikutnya adalah menuruni jalan setapak yang ada pada foto di bawah ini. Sumpah, anginnya kencang banget. Kesalahan nih pakai kaos doang. Alangkah baiknya, kalau kamu mendaki ke gunung siapin jaket atau outer yang berbahan windproof. Anginnya tuh selain kencang juga rada dingin. Khawatir aja lama-lama kamu bisa masuk angin. ecie.. khawatir.

 

Hiking ke Gn. Kelud via Karangrejo. Dokumen pribadi Rizky Almira
Hiking ke Gn. Kelud via Karangrejo. Dokumen pribadi Rizky Almira

 

Setelah menuruni jalan setapak tadi, siap-siap aja buat nanjak dan selamat datang di bibir kawah Gunung Kelud. Asli, jalur ini juga nggak kalah menantang. Sebab jalurnya semi panjat tebing namun tanpa disediakan tali. Saya harus hati-hati tiap kali mencari pijakan. Kalau meleset dikit, kayaknya saya nggak akan bisa bercerita di sini deh.

 

Hiking ke Gn. Kelud via Karangrejo. Dokumen pribadi Rizky Almira
Hiking ke Gn. Kelud via Karangrejo. Dokumen pribadi Rizky Almira

 

Sambil rehat sejenak, mata saya disuguhi pemandangan yang elok. Di sisi kriri, terlihat jelas jalur menuju puncak Gunung Kelud lewat Kediri. Infrastruktur telah dibangun dengan sangat apik, jalannya dicor dari semen sehingga kokoh. Dari kejauhan nampak rest area yang digunakan tempat parkir roda empat.

 

Hiking ke Gn. Kelud via Karangrejo. Dokumen pribadi Rizky Almira
Hiking ke Gn. Kelud via Karangrejo. Dokumen pribadi Rizky Almira

 

Pelan tapi pasti, saya dan Njiwut berhasil mencapai puncak. Saya nggak sabar buat buka bekal. Perut mulai keroncongan semenjak di alun-alun tadi. Maklum, saya hanya makan sebungkus SoyJoy doang sebelum berangkat. Rasanya lega dan bebas banget ketika bisa duduk selonjoran sambil menyandarkan punggung pada dinding tebing

 

Hiking ke Gn. Kelud via Karangrejo. Dokumen pribadi Rizky Almira
Narsis di puncak Gn. Kelud. Dokumen pribadi Rizky Almira

 

Hiking ke Gn. Kelud via Karangrejo. Dokumen pribadi Rizky Almira
Pintar banget nih yang ambil gambar, tapi nggak apa-apa lah. Dokumen pribadi Rizky Almira

 

Hiking ke Gn. Kelud via Karangrejo. Dokumen pribadi Rizky Almira
Gambar detail kawah Gunung Kelud. Dokumen pribadi Rizky Almira

 

Mumpung ada di puncak, saya nggak melewatkan momen buat mengabadikan pemandangan. Begitu merasa cukup untuk istirahat, kami bergegas untuk turun. Melewati kembali jalur setapak yang ada pada foto di bawah ini. Bagi saya, pas turun lebih menantang daripada naiknya. Medan yang berkerikil dan berpasir ini bikin beban di kaki jadi double sehingga bikin kaki cepat pegal.

 

Hiking ke Gn. Kelud via Karangrejo. Dokumen pribadi Rizky Almira
Jalur ke Gn. Kelud via Karangrejo. Dokumen pribadi Rizky Almira

 

Dasar, saya! Bawa buff tapi cuma disimpan dalam tas. Pasalnya, bulan ini masih memasuki bulan kemarau jadi sepanjang jalur lumayan berdebu. Bisa dipastikan lubang hidung saya banyak debu nyangkut dan beberapa kali bersin saking gatalnya. Lega ya, begitu tiba di pos awal. Sial, motor Njiwut kehabisan bensin. Untung Dana menyusul ke Gunung Kelud buat trail run, sekitar sejam menunggu, dia pun kembali ke pos awal dan jadi donator bensin untuk motor Njiwut. Untung saja ya…

Kami bertiga turun, langsung deh pesan makan di Warung Mak Preh. Perut saya sudah kosong dan meronta ingin segera diisi. Sepiring nasi putih hangat, dengan sayur dan lauk seadanya. Peyeknya yang lebar itu bikin saya nelan ludah. Sambal tomatnya juga nendang. Uwenak. Porsi kuli pun saya libas tanpa ampun.

 

Hiking ke Gn. Kelud via Karangrejo. Dokumen pribadi Rizky Almira
Hiking ke Gn. Kelud via Karangrejo. Dokumen pribadi Rizky Almira

 

Itulah pengalaman saya hiking ke Gunung Kelud via Karangrejo kemarin pagi dan kembali ke rumah dengan utuh dan selamat sekitar pukul 2 siang. Perjalanan hiking kemarin seperti merefleksikan perjalanan hidup manusia dan bisa dikaitkan dengan persoalan karir, relasi, dan lainnya.

Hiking bukan sekadar untuk menaklukkan sebuah gunung, tapi naklukin ego dalam diri yang kadang terlalu tinggi. Perjalanan kemarin juga mengingatkan saya bahwa nggak selamanya kita ada di puncak, ada naik, ada turun. Peringatan bahwa seisi semesta ini nggak ada yang abadi. Satu hal, saya nggak boleh meremehkan sesuatu, khususnya jalur pendakian Gunung Kelud via Karangrejo ini.

 

Tips khusus dari saya jika kamu ingin mendaki Gunung Kelud via Karangrejo:

  • Pakai sepatu/sandal gunung, alangkah baiknya pakai sepatu untuk aktivitas outdoor demi keamanan dan kenyamanan kakimu.
  • Bawa cukup bekal, saya kemarin bawa 1liter air, cukup kok.
  • Pakai celana yang nyaman untuk gerak
  • Baju atasan yang menyerap keringat
  • Masker
  • Topi
  • Jaket/outer tahan angin (windproof)
  • Sarung tangan
  • Tidur dan sarapan yang cukup

1 thought on “Hiking ke Gunung Kelud via Karangrejo Blitar”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *