Menginap di My Studio Hostel Surabaya

Penginapan Perjalanan

Pengalaman tidur di kamar yang sempit alias hotel kapsul.

Ini adalah pengalaman saya menginap di My Hostel Studio Kota Surabaya setahun yang lalu. Duh, malu banget baru sempat menceritakannya sekarang. Nggak apa-apa kan ya? 😀

Kamu sedang jalan-jalan atau transit di Surabaya? Mencari penginapan dengan harga yang masuk di bujet mahasiswa atau backpacker? Menginap sendirian? Mencari hotel dengan lokasi yang strategis? Selamat, kamu sedang membaca tulisan yang tepat.

Meskipun My Studio Hostel belum tentu menjadi pilihan utama kamu, tetapi setidaknya hostel ini bisa menjadi alternatif penginapan di Kota Surabaya. Hostel ini berkonsep dormitory yang artinya satu ruangan dipenuhi belasan ranjang susun.

My Studio Hostel memungkinkan kamu untuk memesan satu bed buat kamu sendiri, untuk berdua, bertiga, hingga bersepuluh orang. Tarif menginapnya bermacam-macam, mulai 100ribuan. Apalagi kalau pesan lewat situs pesan online dan pakai promo, makin mursida (bahasa slang untuk murah) nggak tuh?

My Studio Hostel Surabaya. Dokumentasi pribadi Rizky Almira
My Studio Hostel Surabaya. Dokumentasi pribadi Rizky Almira

Saya pernah menginap di sini dua kali –kalau nggak salah ingat ya. Mengapa saya memilih menginap di sini? Alasan pertama saya adalah di sini bisa late check in dan lokasinya di tengah kota. Saya cukup jalan kaki dari Stasiun Gubeng. Kedua, harganya cocok.

Setelah check in nanti akan diberi petunjuk room berapa dan ranjang nomor berapa. Di bawah ranjang tersedia loker yang bisa dipinjam dengan menukar uang deposit –terakhir kali sekitar 50ribu gitu– nanti kamu akan dapat access card lokernya.

My Studio Hostel Surabaya. Dokumentasi pribadi Rizky Almira
My Studio Hostel Surabaya. Dokumentasi pribadi Rizky Almira

Selama beberapa kali menginap di sini, saya selalu kebagian room di lantai 2. Paling nggak enak kalau dapat ranjang atas karena mau nggak mau butuh tenaga ekstra buat naik turun tangga. Resiko menginap di dormitory untuk bagian ini. Kalau bisa request mah pilih ranjang bawah aja. Hahaha.

My Studio Hostel Surabaya. Dokumentasi pribadi Rizky Almira
My Studio Hostel Surabaya. Dokumentasi pribadi Rizky Almira
My Studio Hostel Surabaya. Dokumentasi pribadi Rizky Almira
My Studio Hostel Surabaya. Dokumentasi pribadi Rizky Almira

Setiap ranjang dilengkapi bantal dan selimut –yang tipis– dan siap-siap kedinginan semalaman karena AC-nya cukup dingin. Ada meja lipat yang dilengkapi stop kontak, serta lampu baca. Lalu cantolan baju di ujung, handuk, dan tirai yang melindungi privasi dari tamu-tamu lain.

Gimana pengalaman tidur di ruang sempit? Mulanya merasa aneh karena seperti tidur di dalam rumah kardus. Bagi yang takut dengan ruang sempit nggak disarankan buat menginap di sini. Saya sempat susah tidur tapi akhirnya terlelap juga saking capeknya.

My Studio Hostel Surabaya. Dokumentasi pribadi Rizky Almira
My Studio Hostel Surabaya. Dokumentasi pribadi Rizky Almira

Di antara sekat ranjang ada ruang khusus yang digunakan sebagai tempat solat. Pengelola hostel sudah menyediakan sajadah, sarung, dan mukena, jadi nggak perlu khawatir kalau kamu enggak bawa perlengkapan solat. Untuk wudu bisa ke kamar mandi yang ada di luar.

My Studio Hostel Surabaya. Dokumentasi pribadi Rizky Almira
My Studio Hostel Surabaya. Dokumentasi pribadi Rizky Almira
My Studio Hostel Surabaya. Dokumentasi pribadi Rizky Almira
My Studio Hostel Surabaya. Dokumentasi pribadi Rizky Almira

Bicara soal kamar mandi, saya nggak khawatir selama menginap di sini. Di depan room memang hanya ada 1 wastafel, WC, dan kamar bilas, tetapi di lantai paling atas ada kamar mandi yang berjejer dan nggak perlu antri dong. Tapi ya gitu, harus mau effort naik turun tangga. 😀

Semua tamu di My Studio Hostel dapat sarapan gratis. Menunya ala hostel yang seadanya, seperti roti tawar dengan pilihan selai matcha, nanas, dan coklat. Hostel juga menyediakan toaster jadi bisa bikin roti bakar sesuai selera. Untuk minum ya standar lah, teh dan kopi.

My Studio Hostel Surabaya. Dokumentasi pribadi Rizky Almira
My Studio Hostel Surabaya. Dokumentasi pribadi Rizky Almira

Momen sarapan jadi favorit saya selama menginap di sini karena kita bisa melamun menghadap dinding kacanya. Mengamati tiap orang yang melintas, lalu lintas yang lalu lalang, dan bisa bertatap muka dengan tamu-tamu lain.

Kalau masih lapar gimana? Bisa pesan menu-menu yang ada di My Studio Hostel. Saya pernah memesan nasi goreng. Mereka nggak memasaknya sendiri sih, tetapi memesan dari restoran terdekat. Ya karena mereka nggak punya dapur yang proper buat masak jadi biar praktis dipesankan dari restoran pilihan mereka. Bagi saya nggak masalah…

Apalagi yang ingin kamu ketahui tentang hostel ini? 😀

Hostelnya bersih nggak, Kik? Ya standar lah, nggak yang jorok banget, juga nggak yang bersih-bersih amat. Soal keamanan, insya Allah aman lah ya, lha wong selama menginap di sini saya nggak kenapa-kenapa. My Studio Hostel juga menyediakan akses hotspot gratis tiap lantainya. Mayan kan buat kaum kerja-bisa- di mana-saja tetap bisa produktif.

Kamu tau dari mana sih hostel kayak gini, Kik? Sing jelas bukan dari artikel re-write yang berserakan di google. Saya tau hostel ini dari Nana Kusuma, kawan dekat saya. Dia dulu selalu menginap di sini tiap kali nyamperin mantannya. Hahaha. Jadi saya tergoda buat menginap di sini juga. Nggak mau kalah dong!

Hal penting yang nggak boleh dilupakan saat menginap di sini adalah saling menjaga ketenangan alias jangan berisik karena di ruangan itu isinya bukan kamu saja. Sekian dul cerita dari saya. Semoga bermanfaat! 😀

10 thoughts on “Menginap di My Studio Hostel Surabaya”

    1. Hostel yang pernah aku lamar itu ya 😆 iya, semoga ada kesempatan. Sementara ini sih tiap ke Jogja ada yang menampung 🤭

          1. Masih satu management kok, sama ada satu lagi di Bandung namanya Ostel. Whatsapp langsung ke hostelnya bwt tau ratenya wkwkwk. Ada dorm ada private room kok kak

          2. waduh, jangan-jangan yang pegang akun WA nya kamu wqwq baik, makasih banyak informasinya yak. Bisa dipake referensi tuh pas main ke Bandung 😀

          3. Iya selama peak season kemarin aku yang handle reservasi (OTA/WA/email) dua hostelnya wkwkwk 😅

            Ditunggu main-mainnya ke Jogjaaa mba, barangkali bisa ketemu hihi

    1. iya, cukup praktis buat pejalan yang sendirian dan nggak punya room mate. Hahaha. Yaps, semoga ya hostel dormitory ini bisa tersedia di kota-kota Indonesia. Terima kasih sudah luangin waktu buat baca 😉

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *