Ngemil roti di Dapur Roti Blitar. Dokumen pribadi Rizky Almira

Numpang Ngemil Sebentar di Dapur Roti Blitar

Blitar Kuliner
Gara-gara penasaran dengan menu roti bakar daun pisang.

Sebelumnya saya tidak pernah ke Dapur Roti Blitar lho. Padahal kedai ini telah buka lumayan lama, tapi punya kesempatan buat mampir ya baru hari ini. Lokasinya ada di UPTD Balai Benih Ikan dan Pusat Informasi Agro Bisnis Ikan Hias, itu lho utaranya stadion Supriyadi Kota Blitar.

Kedainya agak nylempit, kamu harus masuk ke area UPTD Balai Benih Ikan blablabla itu. Jika mengendarai kendaraan roda empat, bisa parkir di area luar. Saya tadi sih parkir di dalam, tepat di depan kedainya.

Kesan pertama saat datang ke kedai ini sepi, apa karena baru buka (tiap hari buka sekitar jam 1 siang sampai malam) atau setiap hari memang begitu ya? Teman-teman saya sebagian besar sudah pernah makan di sini. Menu favorit mereka adalah roti bakar daun pisang. Menu-menu di sana pilihannya lumayan banyak.

Menu di Dapur Roti Blitar. Dokumen pribadi Rizky Almira
Menu di Dapur Roti Blitar. Dokumen pribadi Rizky Almira
Menu di Dapur Roti Blitar. Dokumen pribadi Rizky Almira
Menu di Dapur Roti Blitar. Dokumen pribadi Rizky Almira

Kalau kurang puas dengan tampilan daftar menu di atas, kamu juga bisa membaca tiap menu yang mereka lukis di dinding kedai. Ukuran tulisannya jauh lebih besar, tentu mata kamu lebih lega bacanya.

Dapur Roti Blitar. Dokumen pribadi Rizky Almira
Dapur Roti Blitar. Dokumen pribadi Rizky Almira

“Emm.. Mbak, maaf untuk roti bakar daun pisangnya kosong.”

“Untuk telang tea juga kami nggak bisa buatin, soalnya yang bikin teh sedang istirahat.” tambahnya.

“Yah.. gimana sih, Mbak? Padahal kami penasaran banget lho dengan roti bakar daun pisangnya.” gerutu saya.

Jujur, saya agak kecewa. Roti bakar daun pisang adalah menu yang saya nanti-nanti untuk bisa incip. Rosa yang hanya sekilas mendengarkan cerita saya tentang menu tersebut pun ikut penasaran. Sayangnya… Ah, ya sudah deh, pertanda harus balik lagi kesana.

Bahagianya di sini menyediakan banyak varian teh. Mulai dari White Tea, Oolong Tea, Telang Tea, Telang Lemon Tea, Flower/ Blooming Tea, dan masih banyak lagi macam teh lain. Menu-menu kek gini tuh jarang banget saya jumpai di kedai lain. Sejujurnya saya penasaran banget seperti apa rasa tehnya.

Akhirnya saya memesan sampler platter, eh ternyata kosong juga. Duh… Tadinya mau pesan chicken wings BBQ ternyata menu ini sudah termasuk nasi dan ayamnya cuma dapat satu potong. Wew

Untuk mengobati rasa kecewa, saya pun memesan peny lane (entah, tulisannya betul atau tidak). Peny lane ini semacam roti yang mereka buat sendiri dan dipajang di etalase kedai. Bentuknya mirip muffin dengan topping almond.

Ngemil roti di Dapur Roti Blitar. Dokumen pribadi Rizky Almira
Ngemil roti di Dapur Roti Blitar. Dokumen pribadi Rizky Almira

Peny lane ini harganya Rp 4ribu per cup. Murah kan? Teksturnya tuh kering bagian atas dan krispi begitu digigit, namn bagian dalamnya tetap lembut. Rasanya mirip dengan brownies. Menurut saya, cita rasanya standar sih.

Menu waffle di Dapur Roti Blitar. Dokumen pribadi Rizky Almira
Menu waffle di Dapur Roti Blitar. Dokumen pribadi Rizky Almira

Rosa memesan waffle, begitu diantar saya gemas dengan topping-nya yang lucu. Berbentuk hati dengan warna yang ngejreng. Saking penasarannya, saya ambil satu dan kunyah, sepertinya ini bukan coklat, gimana ya jelasinnya. Pokoknya unik. Di atas waffle ada cream coklat dan ditabur kacang. Hmm… Not bad lah.

“Rasanya kayak jajan pasar yang bentuknya mirip usus. Aku sih suka.”

“Aku kok biasa aja ya, Ros.” tanggap saya.

Iya, sampai saat itu saya belum menemukan sesuatu yang spesial dari menu-menu Dapur Roti. Eh, tapi…

Risoles ala Dapur Roti Blitar. Dokumen pribadi Rizky Almira
Risoles ala Dapur Roti Blitar. Dokumen pribadi Rizky Almira

Saya masih ada risoles. Oh, ternyata isinya bukan sayur seperti risoles kebanyakan. Isinya ada telur, sosis, dan saos rahasia yang telah dicampur dengan mayones. Saya langsung melahap sepotong.

“Hmm.. agak pedas. Pantes sambelnya saos tomat semua.”

Mm.. enak! Rasanya jauh jauh melebihi ekspektasi saya. Kulit luarnya tuh renyah, sedangkan isi risolesnya lembut banget. Perpaduan antara telur, sosis, dan saosnya klop banget. Satu lagi, risoles dapur roti ini nggak berminyak banget. Benar-benar garing.

Risoles ala Dapur Roti Blitar. Dokumen pribadi Rizky Almira
Risoles ala Dapur Roti Blitar. Dokumen pribadi Rizky Almira

Menurut saya, risolesnya bakal bikin saya kangen untuk kembali ke Dapur Roti sih. Selain murah, Rp 5ribu dapat 3 biji, rasanya juga di atas rata-rata. Cocok banget jadi teman ngeteh. Duh, eman banget sih nggak bisa nyeduh teh sekalian.

Tempat Dapur Roti sendiri cukup nyaman, saat saya kesini suasananya sepi. Bila memilih duduk di bagian luar kedai, bisa sambil menikmati suasana sekeliling kedai yang didominasi toko ikan hias. Lumayan lah ngemil sambil mendengar gemericik suara air dari aquarium ikan, bisa bikin suasana hati jadi tenang.

Suasana di Dapur Roti Blitar. Dokumen pribadi Rizky Almira
Suasana di Dapur Roti Blitar. Dokumen pribadi Rizky Almira

Bonusnya adalah bakso bapak-bapak yang mangkal di sana. Kamu mungkin akan menjumpainya ketika mampir Dapur Roti Blitar di sore hari, ya sekitar pukul 3 sore gitu. Saya beli lima ribu dapat 3 bakso ukuran kecil, 2 bakso goreng, 2 siomay.

Jajan bakso yang mangkal di Dapur Roti Blitar. Dokumen pribadi Rizky Almira
Jajan bakso yang mangkal di Dapur Roti Blitar. Dokumen pribadi Rizky Almira

Menu-menu di Dapur Roti Blitar ini cukup lengkap lho. Ada cemilan, makanan berat, minumannya pun mereka menyediakan berbagai macam kopi dan teh, mbaknya sempat nawarin jus juga. Kalau kamu bukan pencinta kopi atau sedang mengurangi konsumsi kopi –kayak saya– bisa banget nyobain menu-menu tehnya.

Kapan-kapan saya kesana lagi ah, penasaran banget dengan rasa teh dan roti bakar daun pisangnya. 😀

3 thoughts on “Numpang Ngemil Sebentar di Dapur Roti Blitar”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *