ilustrasi-rapid-test

Pengalaman Rapid Antigen di Blitar

Jurnal Ulasan

Jadi tau gimana rasanya lubang hidung diobok-obok ~

Sebelumnya mau mengucapkan selamat hari raya Natal bagi yang merayakan. Libur panjang —yang diperpendek ini—, kamu isi dengan kegiatan apa? Hehehe

Saya dan suami mengisinya dengan roadtrip ke Jawa Tengah dan Yogyakarta nih. Ini kami sedang ada di SPBU daerah Salatiga. Nah, sambil menunggu suami mandi, saya mau menceritakan pengalaman Rapid Antigen di RSI Aminah Kota Blitar Rabu (23 Desember 2020) kemarin.

Untuk apa sih pakai tes rapid antigen segala?

Adanya surat edaran mengenai regulasi keluar masuk Pulau Jawa dan Bali yang berlaku mulai pertengahan Desember 2020 hingga Januari 2021 ini, salah satu syaratnya ialah mewajibkan pemudik/wisatawan membawa hasil tes rapid/swab antigen, maka saya dan suami berinisiatif untuk mematuhi protokol kesehatan yang berlaku.

Ya, meskipun kami tidak memakai moda transportasi umum, mengantongi hasil rapid antigen yang negatif tuh bikin kami nggak was-was selama perjalanan. Ya buat jaga-jaga aja kalau di beberapa titik ada pemeriksaan.

Hasil rapid antigen ini masa berlakunya bermacam-macam. Ada yang menghendaki 2 hari hingga 3 hari, tergantung kebijakan Pemerintah Daerah.

Di mana aja penyedia layanan Rapid/Swab Antigen area Blitar?

Ada beberapa tempat. Menurut info yang saya dan suami kumpulin yaitu RSU Aminah, RSI Aminah, RS Budi Rahayu, menyediakan layanan rapid/swab antigen. Lagi-lagi, saya dan suami memilih RSI Aminah Kota Blitar.

Apa perbedaan rapid antigen dengan rapid-rapid yang lain?

Beda antara rapid antibodi, antigen, dan SWAB PCR telah dijelaskan pada infografik SuaraSurabaya yaitu metode pengambilan spesimen atau jenis sampel. Rapid antibodi menggunakan darah, sedangkan rapid antigen menggunakan lendir pada hidung. Untuk SWAB PCR, hampir sama dengan rapid antigen yaitu pakai lendir pada hidung ditambah dengan lendir yang ada di tenggorokan.

Berapa biaya untuk rapid antigen?

Harganya 250ribu per orang, ditambah dengan biaya pemeriksaan sebesar 5ribu. Saya sempat ngebandingin harga di beberapa rumah sakit, rata-rata sama. Ternyata memang ada surat edaran dari Kemenkes yang membahas tentang harga standar untuk rapid/swab.

Gimana proses dan prosedur rapid antigen?

Pertama, saya menyarankan untuk daftar lewat call center rumah sakit yang dituju mengingat buanyak sekali peminat rapid/swab ini. Saya mendaftar pada hari Senin, tetapi pelaksanaan tesnya baru bisa hari Rabu.

“Mohon maaf, untuk yang hari Selasa penuh ya,” kata petugas layanan RSI Aminah yang saya hubungi via WA.

Setelah kepo pada petugas laboratorium, ternyata per hari ada kuota untuk masing-masing tes. Untuk rapid dibatasi 20 orang per harinya, sementara swab PCR juga demikian. Jadwal pelayanan tes rapid pun mulai pukul 9.00 -10.00 WIB.

Kedua, pas hari H pemeriksaan, saya nggak perlua ke loket pendaftaran lagi. Langsung ke bagian laboratorium untuk mengambil kertas tagihan yang selanjutnya dibawa ke bagian kasir.

Ketiga, usai pembayaran, saya diarahkan ke laboratorium rapid/swab. Pasien dipanggil satu per satu. Duh, saya mulai deg-deg an. Eh, tapi kok pasien lain yang baru keluar ruang tes kayak fine-fine aja ya? Nggak sakit kali ya? Okay, saya pasti bisa.

Keempat, saya dipanggil dan dipersilakan duduk. Posisi kepala mendongak ke atas, lalu petugas memasukkan alat sebesar lidi ke lubang hidung satu per satu.

Petugas mewanti-wanti supaya saya nggak melawan. Yaa gimana ya, namanya juga reflek. Rasanya pedih-pedih gimana gitu, saya pun auto mbrebes mili. Sakitnya itu ngingetin pada pedihnya pas hidung kemasukan air saat renang.

Berapa lama proses pemeriksaan hingga hasil tes keluar?

Proses pemeriksaan nggak ada 15 menit. Kalau hasilnya, bisa diambil 4 jam setelahnya. Saya periksa jam set 10, maka hasilnya baru bisa diambil pada set 2 siang.

Alhamdulillah, hasil rapid antigen kami negatif semua. Eh suami udah kelar mandi hehehe. Udah dulu ya ceritanya. Sampai jumpa lagi!

1 thought on “Pengalaman Rapid Antigen di Blitar”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *