Masjid Cheng Hoo Surabaya. Foto oleh Zaskia Auryn Haniya

Rekomendasi Masjid Nyaman di Jawa Timur

Jurnal Ulasan

Jalan-jalan memang kegiatan yang paling menyenangkan untuk sebagian orang, termasuk saya. Meskipun lagi senang-senang, kalau bisa kewajiban ibadahnya jangan sampai terlewatkan. Nah, ini jadi tantangan untuk saya–sebagai umat muslim– pas jalan-jalan.

Saya sadari, saya termasuk dalam golongan orang yang pemilih untuk urusan tempat sembahyang dan kamar mandi. Masjid yang nyaman menurut saya ialah punya tempat yang tidak harus luas, bersih, dan menyediakan sajadah/mukena/sarung untuk dipinjam. Selain itu, masjidnya punya kamar mandi dan tempat wudhu yang cukup bersih dan tidak bau. Aliran airnya cukup lancar dan tidak berbau kaporit atau bau aneh lainnya.

Kadang saat bisa menemukan tempat yang nyaman untuk beribadah dan bersih-bersih badan, itu membantu banget dalam memperbaiki mood saya lho. Perasaan senang timbul ketika menemukan tempat yang nyaman. Maka dari itu, saya mencoba untuk kurasi rekomendasi masjid nyaman di Jawa Timur versi saya, mulai dari Blitar, Malang, Tulungagung, dan sekitarnya. Siapa tau kamu punya kesempatan road trip ke daerah Jawa Timur dan ingin transit untuk solat dan istirahat sebentar.

Cerita masjid ke masjid ini akan saya update secara berkala ya. 😄

Kota Blitar

Masjid Ar Rahman Mayangkara Group

Masjid ini dibangun oleh Mayangkara Group dan baru diresmikan oleh Gubernur Jawa Timur, Ibu Khofifah, beberapa tahun silam. Bangunannya megah dengan interior dan eksterior yang mirip Masjid Nabawi di Madinah. Pertama kali mampir kesini sekitar satu tahunan yang lalu untuk numpang solat magrib.

Kesan pertama saya pada masjid ini adalah megah dan bersih. Tempat wudu lumayan luas dengan level kebersihan yang nggak diragukan lagi. Selama pandemi, masjid ini memberlakukan protokol kesehatan yang ketat. Jamaah wajib menggunakan masker di area masjid bahkan ketika solat. Sajadah dan mukena tetap disediakan dengan sistem sekali pakai –langsung dicuci begitu selesai digunakan.

Permadani di dalam masjid sungguh buat saya nyaman. Permukaannya yang lembut, empuk, bersih, dan harum membuat saya betah berlama-lama sujud. Ditambah dengan wewangian dari sajadah & mukena serta semerbak aroma dari tiap sudut masjid. Beuhh…

Usai solat, saya dibuat makin terkesima oleh masjid ini. Sandal jepit saya sudah tertata rapi menghadap keluar, rupanya ada petugas yang merapikan sandal/sepatu pengunjung. Beberapa titik di lorong juga disediakan minuman gratis mulai dari air putih dingin, teh, kopi, dan wedang jahe. Pada hari tertentu, masjid ini juga menyediakan makanan untuk jamaah yang berbuka puasa Senin-Kamis dan itu juga gratis.

Tanpa ragu saya menjadikan masjid ini menjadi tempat transit yang nyaman. Perlu diperhatikan kalau ingin mampir kesini sih saran saya menghindari jam-jam solat berjamaah karena selain menghindari keramaian di kala pandemi ini, manajemen masjid juga membatasi jamaah yang ingin solat di sini.

Lokasi: Jalan Ciliwung No. 2, Kota Blitar

Masjid At Taqwa

Selain Masjid Ar Rahman, saya pernah mampir ke beberapa masjid yang ada di Kota Blitar. Namun tidak menemukan kenyamanan seperti yang saya rasakan ketika mampir ke Masjid Ar Rahman. Sampai suatu hari saya dan suami sedang mencucikan mobil di daerah Jalan Cokroaminoto. Saat itu kami belum solat magrib, mau nggak mau harus mencari masjid terdekat dong.

Kami ingat bahwa ada masjid yang jaraknya sekitar 100 m dari tempat cucian. Saya baru pertama kali numpang solat di masjid At Taqwa. Tempatnya lumayan bersih meski nggak senyaman di Masjid Ar Rahman, tapi setidaknya bisa masuk sebagai masjid yang nyaman di Kota Blitar versi saya.

Lokasinya berada di tengah kota dan cukup strategis. Kendaraan roda empat pun nggak perlu bingung nyari tempat untuk parkir. Misalnya lagi kepepet karena situasi parkiran ramai, tetap bisa numpang parkir di halaman gedung Graha Patria. Usai solat bisa jalan kaki untuk santai sejenak sambil ngopi cantik. Di sekitar masjid At Taqwa lumayan banyak kedai kopi lho. 

Lokasi: Jalan Cokroaminoto No.3, Kota Blitar

Kota Malang

Masjid Sabilillah

Beberapa bulan terakhir, saya dan suami sering ngelaju Blitar – Malang PP. Mulai dari urusan darurat seperti service gadget sampai ke urusan seperti short escape dari rutinitas. Seringnya dari urusan solat sampai numpang mandi ketika melewati atau sedang mampir Malang, pilihan kami selalu jatuh ke masjid Sabilillah.

“Alasan sering mampir ke masjid Sabilillah yang pertama adalah lokasinya yang berada di pinggir jalan utama. Kedua, masjidnya lumayan bersih.  Ketiga, tempat parkir yang nyaman. Terakhir, situasi masjid ini nggak terlalu ramai dan lumayan dekat dengan tempat tujuan,” jelas Agung –suami saya.

Senada dengan Agung, kondisi kamar mandi dan tempat wudu masjid ini lumayan bersih. Saya pun berani numpang mandi beberapa kali di sini baik saat road trip dan kebetulan lewat Malang atau pas main ke daerah sana.

Lokasi: Jalan A. Yani No. 15

Masjid Al Ikhlas

Masjid ini jadi langganan untuk mampir ketika sedang mampir ke toko buku Togamas. Jarak antara masjid dengan Togamas tidak sampai 1 Km. Makanya masjid ini selalu menjadi jujugan untuk solat atau sekedar untuk istirahat setelah lelah nyetir.

Tidak hanya kebersihannya yang terjaga, masjid ini juga menerapkan protokol kesehatan. Pengelola masjid menyediakan tempat cuci tangan dan handsanitizer untuk pengunjung yang baru saja memasuki area masjid.

Lokasi: Jalan Raya Langsep, Kecamatan Klojen, Kota Malang

Kabupaten Tulungagung

Masjid Agung Al Munawwar

Masjid ini berlokasi di pusat kota dan di seberang masjid terdapat alun-alun seperti masjid-masjid agung lain di Pulau Jawa. Tak ada rencana sebelumnya, saya kesana karena masjid tersebut adalah masjid terdekat dengan lokasi saya saat itu.

Saya cek ulasan di Google Maps, lumayan bagus. Saya dan suami bergegas kesana untuk memunaikan solat. Masjid ini bukanlah bangunan tua, sudah mengalami beberapa kali renovasi. Interiornya pun bergaya modern.

Masjid Agung Al Munawwar punya ruang wudhu yang tertutup dan dilengkapi dengan kamar mandi baik untuk laki-laki maupun perempuan. Kebersihan masjid ini terjaga.

Lokasi: Jl. KH. Wahid Hasyim, Kauman, Kecamatan Tulungagung Kabupaten Tulungagung

Kota Surabaya

Masjid Muhammad Cheng Ho

Saya tau masjid ini ketika ikut rombongan bus tour yang diselenggarakan oleh House of Sampoerna. Duluuuuuu banget pas masih duduk di bangku kuliah. Bagi saya, masjid ini unik karena akulturasi antara kepercayaan Islam dan kebudayaan Cina. Setau saya masjid yang bergaya mirip klenteng ini ada 2 di Jawa Timur, yakni di Surabaya dan satu lagi di daerah Pasuruan.

Dikutip dari Wikipedia, masjid Cheng Ho didirikan atas prakarsa sesepuh, penasehat, pengurus PITI, dan pengurus Yayasan Haji Muhammad Cheng Ho Indonesia Jawa Timur serta Tokoh masyarakat Tiong Hoa di Surabaya.  Masjid ini baru didirikan pada tahun 2002 silam.

Begitu masuk ke area masjid akan disambut dengan gerbang yang menyerupai pagoda lengkap dengan relief naga dan patung singa dengan lafaz Allah dalam huruf Arab di puncak pagoda. Pun dengan arsitektur masjid yang didominasi warna merah, hijau, dan kuning seperti klenteng

Lokasi masjid ini berada di tengah Kota Surabaya, apabila punya waktu yang luang pasti akan menyempatkan untuk mampir solat kesini. Kamar mandi dan tempat wudunya juga lumayan bersih. Saya paling suka duduk-duduk santai di teras masjid sambil menikmati angin sepoi-sepoi yang lumayan menyejukkan di tengah hawa panasnya Surabaya.

Lokasi: Jalan Gading No. 2, Kota Surabaya

Leave a Reply

Your email address will not be published.