Cerita Dikit tentang THR

#30HariKebaikanBPN Jurnal
Dapat THR alhamdulillah, tuk dipakai jajan pas lebaran ~

Ya, sesuai judul saya akan bercerita sedikit tentang THR. Di antara kamu apakah masih ada yang belum pernah mendapatkan THR?

Istilah THR sendiri, menurut saya lho ya, sangat luas banget. Masyarakat Indonesia tidak hanya memahami THR sebagai kompensasi khusus hari raya namun juga bisa diartikan uang ekstra ketika dapat amplop/salam tempel dengan saudara dan keluarga.

Sebenarnya itu salah kaprah sih. Lha wong kepanjangannya sudah jelas ‘Tunjangan Hari Raya’.

THR umumnya diberikan oleh perusahaan untuk semua karyawan baik di lingkup swasta atau pemerintahan. Semua sama kok, sama-sama dapat THR. Namun pemakaian namanya aja yang agak berbeda.

Pemberian THR ini diberikan maksimal H-7 hari raya (CMIIW). Kebijakan tersebut sudah diatur oleh pemerintah dan memang ada landasan hukumnya.

Waktu pemberian THR ini disesuaikan dengan hari raya agama yang dipeluk. Misalnya, saya muslim maka THR akan diberikan tiap menjelang lebaran.

Berdasarkan pengalaman saya sih, jumlah THR yang diterima juga tergantung masa kerja si karyawan. Idealnya jumlah THR adalah satu kali gaji.

Namun saya pernah terima kira-kira separuh saja karena masih anak baru jadi masa kerja belum ada setahun.

Kalau sudah jadi karyawan lama, telah bekerja bertahun-tahun maka THR-nya satu kali gaji utuh. Senang banget ketika terima waktu gajian dan terima THR berdekatan.

Saldo di rekening jadi banyak. Berasa orang kaya dadakan. Namun rasa senangnya hanya sesaat, sayang.

Meskipun pemasukannya lumayan banyak namun pengeluarannya pun berbanding lurus. Tiap mau lebaran harus menyisihkan bujet khusus untuk berbagi, entah saudara atau orang lain yang membutuhkan.

Selain itu untuk beli ini dan itu. Rasa-rasanya kok uang THR cuma numpang lewat doang ya. Sedih nggak tuh?

Supaya tidak terlalu kalap dan uangnya cepat lenyap, Ibu saya memberi tips. Uang yang diterima segera diinvestasikan dalam bentuk apapun.

Biasanya Ibu akan membelikan emas. Yah seperti lebaran tahun ini. Harga emas sedang turun, kesempatan baik bila ingin beli emas.

Info terakhir, harga emas di Kota Blitar sekitar Rp 400an ribu per gram. Lumayan kan?

Lain lagi dengan saya, tahun lalu begitu dapat THR maka langsung saya belikan sepeda touring. Gimana ya, saya sudah kebelet ingin gowes sih. Jadi daripada uang nggak jelas larinya kemana, saya pakai untuk merakit Kuning (sepeda saya).

Kamu ada cerita khusus tentang THR juga nggak? 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *