Menginap di Sante Commune. Dokumen pribadi Rizky Almira

Nginep di Sante Commune Yogyakarta

Jurnal Penginapan Perjalanan Ulasan
Hostel baru dan instagram-able di Kota Gudeg

“HOME IS WHEREVER WE ARE TOGETHER”

Rumah adalah di mana pun kita bersama. ecie… Kutipan tersebut saya ambil dari dinding salah satu kamar di Sante Commune, hostel baru di Yogyakarta. Saya menginap di sini sekitar bulan Mei lalu, tepat ketika hostel sedang soft opening.

Saya tau Sante Commune dari kicauan @iamMariza di Twitter, ia membagikan promo untuk menginap di hostel ini. Awalnya saya ragu untuk menginap di sini, kepo akun @santecommune langsung punya pikiran tarif menginap yang lumayan mahal mengingat hostelnya sangat lucu. Eh, beruntung sekali ada promo dan dapat harga yang sangat terjangkau.

Saya dapat harga 60ribu IDR untuk menginap semalam di Sante Female Dorm. Promo tersebut berlaku selama jangka waktu tertentu. Ketentuan untuk dapetin promo kala itu harus melakukan beberapa hal, salah satunya retweet kicauan mbak Mariza lalu DM di akun instagram Sante Commune.

Pemesanannya masih manual, mereka hanya melayani lewat Whatsapp. Sekarang, kamu bisa pesan kamar di situs pemesanan online seperti Traveloka.com dan Booking.com. Saya menginap pada 18 Mei 2019. Beberapa bulan lalu dan semoga belum terlalu basi untuk diceritakan ya. Ehe

 

Menginap di Sante Commune Yogyakarta. Dokumen pribadi Rizky Almira
Menginap di Sante Commune Yogyakarta. Dokumen pribadi Rizky Almira

Begitu pemesanan dan pembayaran berhasil, saya dihubungi oleh tim Sante Commune. Mereka memberi panduan tentang lokasi hostel sampai cara untuk self check-in. Ohya, saya hampir lupa. Sebelum pembayaran, tamu harus menyetujui semua peraturan selama menginap di hostel.

Uniknya lagi, tim Sante Commune nggak standby 24 jam di hostel, jadi semisal butuh bantuan tinggal chat lewat whatsapp. Saya akui mereka sangat fast response dan komunikatif.

Lokasi hostel di Jalan Nyai Ahmad Dahlan No. 17, Notoprajan, Ngampilan, Kota Yogyakarta. Tidak jauh dari Kampung Kauman. Tapi gara-gara sudah larut malam, ditambah dengan rasa letih dan lapar, saya agak kesulitan menemukan hostel ini. Menurut Gmaps sih lokasi sudah sesuai, tapi kok nggak ada tanda-tanda ada hostel.

Saya terpaksa harus putar balik demi mengurutkan nomor rumah dari ujung gang dua kali –kalau nggak salah. Seharusnya rumah di hadapan saya ini nomor 17 tapi kok tidak ada plang dengan nama Sante Commune?

Wah, jangan-jangan ada yang salah nih. Saya kembali ngubek-ubek foto Sante Commune di Gmaps. Untuk memastikan saja sih, nggak lucu dong kalau ternyata saya salah masuk rumah. Sante Commune ini memang nampak mungil dari luar, jadi wajar kalau saya menyimpan ragu. Begitu yakin saya berada di tempat yang tepat, saya bergegas masuk ke dalam hostel.

 

Self check-in di Sante Commune Yogyakarta. Dokumen pribadi Rizky Almira
Self check-in di Sante Commune Yogyakarta. Dokumen pribadi Rizky Almira

 

Sesuai dengan instruksi yang mereka kirim lewat whatsapp, ada sebuah kotak kuning di area lobby. Saya menemukan sebuah amplop bertuliskan pesan cinta yang berisi kunci untuk akses masuk menuju kamar. Uh, gemas!

Saya menyimpan sepatu di rak yang disediakan. Iya, setelah melewati pintu masuk, Sante Commune membebaskan setiap jengkal ruangannya dari alas kaki (sepatu dan sandal), kecuali area lobby ya.

Sante Commune punya dua lantai. Selain lobby, terdapat satu kamar, dapur, dan musola. Untuk kamar mandi, tempat cuci dan bilas, kamar dorm, dan kamar tipe lain ada di lantai atas. Nggak cuma pelayanannya yang unik, desain interiornya pun. Hostel ini interiornya bergaya industrial.

Lantai yang tidak menggunakan keramik, interior yang didominasi dengan warna putih dan abu-abu. Perkakas yang terlihat seperti belum selesai digarap, misalnya kayu yang cuma dipelitur, penggunaan barang-barang yang didaur ulang. Penjelasan lebih lengkap mengenai konsep rumah bergaya industrial bisa kamu googling ya. 🙂

 

Lurus terus untuk menuju dapur Sante Commune. Dokumen pribadi Rizky Almira
Lurus terus untuk menuju dapur Sante Commune. Dokumen pribadi Rizky Almira

 

Musola di Sante Commune. Dokumen pribadi Rizky Almira
Musola di Sante Commune. Dokumen pribadi Rizky Almira

 

Hal yang paling melegakan bila menginap di hostel adalah tersedia ruang khusus untuk salat. Mereka menyediakannya di lantai dasar. Kita bisa wudu di kamar mandi. Lalu beribadah dengan tenang di sini. Seharian asyik jalan-jalan, masa ya malas untuk menyapa Tuhan? Ehe

Oke, lanjut naik ke lantai dua. Bila belok ke sebelah kiri, ada kamar berjajar. Arah sebaliknya ada 4 kamar mandi, ditambah dengan ruang khusus cuci dan bilas plus tempat menjemur handuk dan sebagainya.

 

Kamar mandi di Sante Commune. Dokumen pribadi Rizky Almira
Kamar mandi di Sante Commune. Dokumen pribadi Rizky Almira

Dari semua kamar mandi, terdapat kloset duduk dan shower lengkap dengan fasilitas air panas. Lalu tersedia wastafel yang cukup digunakan sampai 4 orang bersamaan. Sayangnya kran air di sisi kanan kiri wastafel agak seret. Semoga saja pas kamu menginap di sana, kran air nggak seret lagi ya. Tim Sante Commune sudah terima masukan saya dan tanggapan mereka sangat baik.

 

Kamar di Sante Commune. Dokumen pribadi Rizky Almira
Kamar di Sante Commune. Dokumen pribadi Rizky Almira

 

Kamar di Sante Commune. Dokumen pribadi Rizky Almira
Kamar di Sante Commune. Dokumen pribadi Rizky Almira

 

Sante Commune nggak menggunakan sistem nomor untuk masing-masing kamar dan ranjang seperti hostel lain, melainkan pakai nama.  Nama saya nggak cuma tertera di samping pintu kamar lho, di atas ranjang yang akan saya tiduri pun tertera nama saya. Tulisannya bagus, pokoknya niat banget deh. Perlakuan mereka pada semua tamu personal banget ya. Jadi tersentuh. 😀

 

Kamar di Sante Commune. Dokumen pribadi Rizky Almira
Kamar di Sante Commune. Dokumen pribadi Rizky Almira

 

Kamar di Sante Commune. Dokumen pribadi Rizky Almira
Kamar di Sante Commune. Dokumen pribadi Rizky Almira

 

Seperti hostel pada umumnya, tiap ranjang di kamar dorm dapat fasilitas seperti handuk, stopkontak, lampu baca, selimut, bantal, Ac, dan koneksi internet. Kekurangannya nggak ada loker untuk masing-masing orang. Jadi kalau barang bawaanmu banyak, bakal bingung naruh di mana. Kamar dorm yang saya tempati ada 8 ranjang. Khusus cowok juga tersedia Male Dorm lho.

Di samping Sante Female Dorm, ada ruangan khusus untuk santai. Ada sofa yang nyaman dan menghadap pada jendela yang berukuran sangat lebar. Bayangkan saja, kita bisa leyeh-leyeh di sini sekadar untuk membaca buku, menulis, melamun, duduk di tepi jendela sambil mengintai orang yang lalu lalang, tiduran, atau aktivitas santuy lainnya.

 

Chill room di Sante Commune. Dokumen pribadi Rizky Almira
Chill room di Sante Commune. Dokumen pribadi Rizky Almira

 

Chill room di Sante Commune. Dokumen pribadi Rizky Almira
Chill room di Sante Commune. Dokumen pribadi Rizky Almira

Terakhir kesini, dinding chill room masih polos. Sekarang sepertinya sudah dihias dengan mural dan perkakas lain yang menunjang segala kebutuhan pemburu konten –seperti saya. :p
Saya tahu dari unggahan Tika, mantan rekan kerja, di akun instagramnya ketika berlibur di Yogyakarta dua bulan yang lalu.

Tangga di chill room bukanlah pajangan. Bila ditelusuri ke atas, kita akan menemukan ruang terbuka lengkap dengan kasur empuk. Enak kan buat ngungsi tidur siang sebentar.

 

Chill room di Sante Commune. Dokumen pribadi Rizky Almira
Chill room di Sante Commune. Dokumen pribadi Rizky Almira

 

Fasilitas lain di Sante Commune adalah sarapan gratis. Berhubung saya menginap pas ramadan jadi saya hanya bisa menelan ludah. Siapapun yang menginap di sini diperbolehkan memasak lho sambil berjejaring dengan tamu lain. Menariknya lagi, Sante Commune menawarkan isi ulang air minum gratis bukan hanya untuk tamu-tamunya namun juga untuk siapapun yang lewat di depan hostel.

Bila kamu ingin menginap di sini tetapi enggan berbagi kamar dengan yang lain, bisa pesan deluxe room. Kamarnya nggak kalah lucu dengan Sante Female Dorm. Kok tau? Iya, saya kepo dari akun instagramnya. Ehe.

Saya sangat nyaman untuk tinggal di sini. Bli Joe, salah satu tim Sante Commune, ternyata nggak hanya ramah di chat. In real life pun juga ramah banget. Kami baru bertatap muka ketika saya hendak check-out. Hostel ini saya rekomendasikan untuk kamu yang sedang jalan-jalan sendirian atau bareng teman-teman dan tidak membawa anak-anak. Satu pesan dari saya, jangan ragu buat senyum-sapa pada tamu-tamu lain ya! 🙂

 

Menginap di Sante Commune. Dokumen pribadi Rizky Almira
Menginap di Sante Commune. Dokumen pribadi Rizky Almira

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *