#kapanajabisa ke Jogja, sunrise di Imogiri. foto oleh Rizky Almira

Pesan Khusus untuk Menyambut Lebaran Nan Fitri

#30HariKebaikanBPN Jurnal
Mohon maaf lahir dan batin 🙂

Takbir sudah berkumandang dari penjuru tempat yang saya pijak. Hati saya bergetar. Saya harus berpisah dengan ramadhan. Selain itu ada sekelebat bayangan yang muncul dalam benak.

Memutuskan untuk kembali mandi dan keramas, berniat membasuh diri dari ujung kepala hingga kaki. Berharap bayangan-bayangan itu lekas pergi. Entah gara-gara apa, saya jadi teringat potongan ingatan tentang masa lalu. Kok jadi menye-menye gini ya.

Untuk menyambut lebaran, saya ingin menulis sesuatu untuk diri saya sendiri dan beberapa orang. Barangkali suatu hari nanti ada yang membaca tulisan ini. Semoga… 🙂

Pertama-tama untuk diri saya sendiri

Saya meminta maaf sebesar-besarnya padamu, diri. Saya sering memaksakan dirimu untuk melakukan ini itu dan tidak terlalu memperhatikan badanmu yang ada kalanya butuh istirahat, butuh sendiri. Maafkan saya yang kadang tuli, tak mendengarkan kata hatimu.

Sungguh, maafkan saya ya. Saya ingin memelukmu erat. Erat sekali supaya kamu tahu saya sayang dirimu.

Kedua, untuk kedua orang tua kandung saya

Maafkan Kakak yang masih egois. Kakak adalah manusia biasa yang kadang bisa saja keliru dalam memberi saran dan arahan untuk Bapak dan Ibu ketika kalian sedang menghadapi suatu ujian. Kakak seringnya hanya bisa mendengar dan terus mendengar tanpa bisa menanggapi dengan sebuah solusi.

Ketiga, untuk adik-adik saya

Maafkan Kakak yang belum bisa memberikan yang terbaik. Kakak sedang berusaha, Nduk, Le. Maafkan Kakak yang masih cuek, jarang memperhatikan kalian. Kakak yang masih pelit. Sejujurnya, Kakak sayang kalian.

Keempat, untuk kedua orang tua angkat saya

Maafkan putri semata wayang yang belum bisa memenuhi segala ekspektasi kalian tentang masa depan yang layak dan patut dibanggakan. Lalu tentang bayangan tentang keluarga kecil saya bersama suami kelak yang kalian damba. Bagi saya, pernikahan bukanlah perkara yang sederhana. Namun saya terus meminta doa semoga segera dipertemukan dengan lelaki yang tepat. Sehat terus, Buk, Pak.

Kelima, untuk sahabat-sahabat saya

Maafkan saya yang belum bisa jadi sahabat yang baik. Maafkan saya bila belum bisa menjadi seperti yang kalian harapkan. Maafkan bila tutur kata dan sikap saya keterlaluan dan bikin hati kurang berkenan.

Maafkan saya untuk segalanya.

Keenam, untuk masa lalu saya

Maafkan saya yang pernah khilaf membiarkanmu banyak berharap pada saya. Maafkan saya yang egois dan tak bertutur kata yang baik selama kita dekat hingga membuatmu menangis beberapa kali. Maafkan saya yang sulit untuk memaafkan. Lukanya mungkin sudah kering namun perihnya masih melekat.

Maafkan saya yang mencintai sekaligus membencimu. Jujur, saya lelah dengan itu. Tetapi perasaan ini belum berhasil juga saya kendalikan. Rasa itu liar sekali. Maafkan saya yang diam-diam merindukanmu suatu hari. Berharap kamu berubah pikiran dan putar balik pada saya. Namun itu hanya kemauan saya dan jelas mengada-ada.

 

Terima kasih untuk semuanya. Saya harap kita semua bisa saling berdamai. Hal terpenting adalah saya bisa berdamai dengan perasaan sendiri. Meski kenyataannya tak segampang pas bicara, namun saya terus berupaya.

 

2 thoughts on “Pesan Khusus untuk Menyambut Lebaran Nan Fitri”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *